
Foto: Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto (TVRINews/Nirmala Hanifah)
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menekankan pentingnya guru dalam kelancaran program Sekolah Garuda. Menurutnya, kualitas guru akan menentukan keberhasilan siswa dari berbagai daerah untuk mendapatkan pendidikan unggul.
“Saat ini kami tengah merekrut guru-guru yang memiliki prestasi dan kompetensi tinggi. Mereka akan ditempatkan di daerah-daerah yang masih minim sekolah unggulan, dengan tunjangan lebih sebagai bentuk apresiasi,” katanya usai rapat kerja (raker) dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
Lebih lanjut, ia mengatakan Sekolah Garuda menerapkan sistem asrama, sehingga guru juga harus siap beradaptasi dengan lingkungan baru.
Menteri Brian menjelaskan, sekolah ini akan menjadi pusat pembelajaran bagi putra-putri terbaik daerah yang selama ini kurang memiliki akses ke sekolah unggulan.
Terkait kemampuan bahasa Inggris, Menteri Brian mengungkapkan harapannya guru mapel wajib bisa menguasai bahasa tersebut. Namun, jika belum, sekolah akan menyediakan pelatihan dan pendampingan.
Selain itu, perguruan tinggi di sekitar sekolah juga akan terlibat dalam program pengembangan kemampuan guru.
“Guru yang kompeten akan membantu siswa lebih siap bersaing, tidak hanya di tingkat nasional tapi juga internasional. Kami ingin talenta terbaik dari daerah bisa berkembang secara optimal,” tambah Menteri Brian.
Sekolah Garuda juga menyiapkan berbagai skema pendidikan bagi lulusannya, termasuk jalur double degree dengan perguruan tinggi di dalam dan luar negeri, agar pengalaman belajar mereka lebih lengkap.
Editor: Redaksi TVRINews
