
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin 20 April 2026. Rapat tersebut secara khusus membahas perkembangan proyek strategis nasional pembangunan Tanggul Laut Raksasa atau Giant Sea Wall.
Brian menjelaskan bahwa Kementerian Diktisaintek diminta untuk berpartisipasi aktif dalam proyek ini mengingat nilai strategisnya. Menurutnya, keberadaan tanggul laut tersebut ditargetkan mampu menyelamatkan sekitar 60 persen kawasan industri serta melindungi lebih dari 30 juta penduduk yang terdampak di kawasan pesisir.
"rapat terbatas dipimpin Bapak Presiden terkait dengan Giant Sea Wall, ya. Jadi tentu kami dari Kementerian Diktisaintek diminta untuk berpartisipasi aktif karena Giant Sea Wall ini kan strategis menyelamatkan 60% kawasan industri dan juga lebih dari 30 juta penduduk yang kalau program ini berjalan, maka akan bisa menyelamatkan tadi dua hal itu setidaknya," ujar Brian.
Dalam upaya pengembangan proyek ini, Brian mengungkapkan bahwa pemerintah akan mengoptimalkan hasil penelitian dari berbagai perguruan tinggi yang telah teruji di lapangan. Salah satu contoh keberhasilan penelitian kampus yang disebut adalah uji coba di wilayah Demak dan Semarang. Para akademisi dan dosen yang memiliki fokus penelitian pada efisiensi pembangunan tanggul laut akan segera dilibatkan secara langsung untuk mendukung percepatan program tersebut.
"Nah, banyak hasil-hasil penelitian di kampus, ya, yang juga sudah uji coba salah satunya yang berhasil di Demak, Semarang, ya. Itu juga nanti kita diminta berpartisipasi aktif. Jadi dosen-dosen yang selama ini penelitian-penelitian yang ada di kampus yang mendukung untuk percepatan dan menjadi lebih efisien tentang pengembangan Giant Sea Wall itu diminta untuk terlibat. Iya, sementara itu ya," tuturnya.
Sebagai langkah nyata, Brian berencana mengundang sejumlah guru besar yang memiliki keahlian di bidang reklamasi dan pembuatan daratan pada minggu depan. Para pakar tersebut nantinya akan dipertemukan dengan Kepala Badan Otorita Tanggul Laut Indonesia untuk menyelaraskan hasil riset perguruan tinggi dengan implementasi di lapangan.
Brian menegaskan bahwa keterlibatan para akademisi tidak hanya terbatas pada pembuatan kajian teknis semata, melainkan akan masuk ke dalam struktur tim pelaksana yang dipimpin langsung oleh Kepala Otorita Tanggul Laut guna memastikan pembangunan yang lebih efisien berdasarkan data ilmiah.
"Iya, jadi langsung nanti minggu depan kami akan mengundang beberapa guru besar yang memang sudah memiliki keahlian dan terlibat pada beberapa kasus untuk beberapa proyek, ya. Untuk pembuatan daratan, reklamasi, dan sejenisnya itu kita akan ajak untuk bertemu dengan Kepala Badan Otorita Tanggul Laut di Indonesia. Iya, bahkan lebih dari itu, langsung dilibatkan nantinya masuk ke dalam timnya yang dipimpin oleh Kepala Otorita Tanggul Laut," pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews
