Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP gelombang pertama di sejumlah daerah di Indonesia berlangsung lancar dengan tingkat partisipasi peserta didik yang tinggi. Hal ini terlihat dari hasil pemantauan di berbagai wilayah, termasuk daerah yang terdampak bencana.
Di Provinsi Aceh, pelaksanaan TKA hari kedua tetap berjalan optimal meski sebagian wilayah menghadapi keterbatasan akibat bencana. Kepala BPMP Aceh, Syafran, menyebut kehadiran peserta didik di banyak sekolah bahkan mendekati 100 persen.
“Secara umum pelaksanaan TKA hari kedua berjalan lancar. Partisipasi siswa sangat tinggi, bahkan di banyak satuan pendidikan tingkat kehadiran mencapai hampir 100 persen,”ujar Syafran dalam keterangan tertulis, Kamis, 9 April 2026.
Ia menambahkan, di wilayah terdampak seperti Kabupaten Pidie Jaya, pelaksanaan TKA tetap dilakukan meski harus menggunakan tenda darurat, seperti di SMP Negeri 1 Meurah Dua. Keterbatasan fasilitas juga diatasi dengan meminjam perangkat dari guru maupun sekolah lain.
“Kondisi ini menunjukkan semangat dan komitmen luar biasa dari sekolah, guru, dan siswa untuk tetap melaksanakan asesmen di tengah keterbatasan,”jelasnya.
Hal serupa terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang. Kepala SMP Negeri 1 Kuala Simpang, Abdul Jalil, mengatakan kendala teknis yang muncul dapat segera diatasi berkat kolaborasi antara dinas pendidikan dan UPT Kemendikdasmen.
“Pelaksanaan hari pertama dan kedua berjalan lancar. Kendala teknis yang ada bisa cepat ditangani melalui kerja sama berbagai pihak,”kata Abdul.
Sementara itu, di Provinsi Sumatra Selatan, pelaksanaan TKA juga berjalan optimal. Berdasarkan pantauan BPMP, sejumlah sekolah di Kabupaten Ogan Ilir, Kota Palembang, dan Kabupaten Ogan Komering Ilir menunjukkan kesiapan yang baik, baik dari sisi sarana maupun pengawasan.
Kepala SMP Negeri 6 Kayuagung, Evi Febriastuti, menyebut pelaksanaan TKA di sekolahnya berlangsung tanpa kendala.
“Alhamdulillah pelaksanaan TKA berjalan lancar dan soal tampil dengan baik tanpa hambatan. TKA ini penting untuk mengukur capaian belajar peserta didik secara objektif,”ungkap Evi.
Dukungan juga datang dari pemerintah daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menilai TKA sebagai instrumen penting untuk melihat kualitas pendidikan di daerah.
“Jika dikaitkan dengan Indeks Pembangunan Manusia, hasil TKA mencerminkan kualitas sekolah yang berbanding lurus dengan mutu sumber daya manusia,”ujar Rahman.
Senada, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Selatan, Anshori, menyatakan pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai hal, mulai dari regulasi teknis hingga logistik pelaksanaan.
Di Kota Denpasar, pelaksanaan TKA perdana juga berlangsung lancar dengan partisipasi mencapai 11.071 siswa.
Secara keseluruhan, pelaksanaan TKA SMP gelombang pertama menunjukkan kesiapan satuan pendidikan serta kuatnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan.
Ke depan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi untuk memastikan pelaksanaan TKA pada gelombang berikutnya berjalan lebih baik dan memberikan manfaat optimal bagi peningkatan mutu pendidikan nasional.
Editor: Redaktur TVRINews
