
Akses jalan lintas Padang-Solok saat tertutup longsor, Kamis, 27 November 2025. (Foto: TVRISumbar)
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Akses jalan lintas Solok–Padang yang sebelumnya tertutup material longsor di kawasan Ripha Pharma, Lubuk Selasih, Kabupaten Solok, kini kembali dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Penanganan cepat tim gabungan membuat jalur utama tersebut kembali normal.
Kepala Satuan Lalulintas Polres Solok Arosuka, Iptu Rido menyampaikan bahwa perbaikan yang dilakukan sejak Kamis malam hingga Jumat pagi berhasil mengembalikan kelancaran arus lalu lintas.
“Akses jalan Padang–Solok sampai pagi ini sudah lancar dilalui, baik dari arah Solok ke Padang maupun sebaliknya,” ujar Rido, dikutip Jumat, 28 November 2025.
Peringatan Waspada Saat Melintas Daerah Rawan
Meski akses telah kembali normal, Satlantas Polres Solok tetap mengimbau pengendara meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di titik-titik rawan longsor dan pohon tumbang.
Satlantas menilai kondisi cuaca ekstrem yakni hujan lebat dan angin kencang, menjadi faktor yang dapat memicu kecelakaan serta mengurangi jarak pandang pengemudi.
Tips Keselamatan Berkendara dari Satlantas
Untuk menekan risiko kecelakaan, masyarakat diminta menerapkan sejumlah langkah keselamatan berikut:
* Memeriksa kondisi kendaraan sebelum perjalanan
* Mengecek kondisi ban dan memastikan lampu berfungsi
* Mengurangi kecepatan saat hujan
* Menghindari pengereman mendadak
* Mengantisipasi genangan air di ruas jalan
Satlantas menegaskan bahwa konsentrasi ekstra sangat dibutuhkan selama cuaca tidak stabil.
BMKG: Cuaca Ekstrem Masih Berlangsung hingga Sabtu
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem di Sumatera Barat masih berpotensi terjadi hingga Sabtu, 29 November. Hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang diperkirakan akan memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.
Masyarakat diminta meningkatkan kesiapsiagaan, terutama yang tinggal di daerah rawan. BMKG juga mengingatkan warga untuk menjauhi area terbuka, pohon besar, serta bangunan atau infrastruktur yang rentan saat cuaca buruk terjadi.
Editor: Redaksi TVRINews
