
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 422 gempa bumi susulan mengguncang wilayah Bitung, Sulawesi Utara, Jumat, 3 April 2026.
Plt. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menyebut gempa susulan terkuat mencapai magnitudo 5,8.
"Hingga pukul 8.00 WIB, total gempa bumi susulan yang tercatat mencapai 422 kejadian, dengan magnitudo terbesar 5,8 dan terkecil 1,7," ujar Rahmat, Jumat, 3 April 2026.
Ia menambahkan gempa susulan terakhir terjadi pada pukul 8.44 WIB di wilayah Maluku Utara dengan kekuatan magnitudo 5,2 dan tidak berpotensi tsunami.
Episenter gempa tersebut berada pada koordinat 1,02 derajat Lintang Utara dan 126,50 derajat Bujur Timur, tepatnya di laut sekitar 100 kilometer arah barat laut Ternate, dengan kedalaman 13 kilometer.
Berdasarkan estimasi peta guncangan, gempa ini dirasakan di Pulau Batang Dua dan Kota Ternate dengan intensitas III MMI, yakni getaran terasa nyata di dalam rumah, seperti ada truk melintas.
Sebelumnya, BMKG menyatakan gempa bermagnitudo 7,6 terjadi pada Kamis, 2 April 2026 pukul 5.48 WIB dengan pusat di laut sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, pada kedalaman 33 kilometer.
BMKG menjelaskan gempa ini merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi Laut Maluku dengan mekanisme pergerakan naik atau thrust fault.
Gempa tersebut sempat memicu potensi tsunami dengan status siaga di sejumlah wilayah seperti Ternate, Halmahera, Tidore, dan Bitung, serta sebagian wilayah Minahasa.
Sementara status waspada berlaku di Kepulauan Sangihe, Minahasa Utara bagian utara, dan Bolaang Mongondow bagian selatan.
Hasil pemantauan menunjukkan adanya tsunami kecil di beberapa wilayah, antara lain Halmahera Barat (0,30 meter), Bitung (0,20 meter), Sidangoli (0,35 meter), Minahasa Utara (0,75 meter), dan Belang (0,68 meter).
Meski peringatan tsunami telah dicabut, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta memastikan kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah.
Editor: Redaksi TVRINews
