
Foto: Ilustrasi
Penulis: Fityan
TVRINews - Jakarta
Kemnaker Beri Kesempatan Tambahan Hingga 24 Maret bagi 20.000 Calon Peserta
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi memperpanjang masa pendaftaran Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1. Masyarakat kini memiliki waktu hingga 24 Maret 2026 untuk mendaftarkan diri, bergeser dari jadwal semula yang direncanakan berakhir pada 6 Maret.
Langkah ini diambil untuk memastikan akses pengembangan keterampilan yang lebih luas, terutama bagi lulusan pendidikan menengah yang ingin meningkatkan daya saing di pasar kerja. Pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara daring melalui portal resmi skillhub.kemnaker.go.id.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, menyatakan bahwa perpanjangan ini bertujuan agar target kuota 20.000 peserta dapat terpenuhi secara optimal oleh SDM berkualitas dari berbagai daerah.
"Kami memperpanjang masa pendaftaran agar lebih banyak masyarakat, khususnya para lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat, bisa memanfaatkan program ini sebaik-baiknya," ujar Darmawansyah dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu 7 Maret 2026.
Ia menegaskan bahwa seluruh rangkaian pelatihan ini tidak dipungut biaya dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang.
Fokus pada Kompetensi Industri
Program Batch 1 tahun ini mencakup berbagai bidang strategis yang relevan dengan kebutuhan industri modern, mulai dari teknologi informasi (TIK), otomotif, hingga energi terbarukan.
Beberapa kejuruan unggulan yang ditawarkan meliputi keamanan siber (cyber security), pemasaran digital, instalasi panel surya, hingga teknologi kendaraan listrik.
Menurut Darmawansyah, kurikulum yang disusun bukan sekadar teori akademik, melainkan hasil sinkronisasi dengan kebutuhan nyata dunia usaha.
"Lulusannya tidak hanya mendapatkan sertifikat, tetapi juga kompetensi yang siap pakai di dunia kerja," tambahnya.
Persyaratan dan Fasilitas Peserta
Program ini terbuka bagi warga negara Indonesia berusia minimal 17 tahun, dengan prioritas diberikan kepada lulusan baru tahun 2023 hingga 2025.
Calon peserta diwajibkan memiliki akun SIAPkerja dan menyelesaikan tahapan asesmen kecocokan kerja sebelum memilih program yang diminati.
Bagi mereka yang dinyatakan lolos, pemerintah telah menyiapkan dukungan komprehensif guna memastikan peserta fokus pada proses pembelajaran, di antaranya:
• Pelatihan teknis dan konsumsi harian tanpa biaya.
• Tunjangan transportasi dan perlindungan jaminan sosial (JKK dan JKM) melalui BPJS Ketenagakerjaan.
• Sertifikasi ganda dari Balai Pelatihan dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
• Akomodasi asrama bagi peserta yang memenuhi kriteria tertentu.
Seiring dengan penambahan waktu pendaftaran, lini masa seleksi mengalami perubahan. Proses wawancara dan seleksi calon peserta dijadwalkan berlangsung pada 25–28 Maret 2026, diikuti dengan pengumuman hasil pada 29 Maret 2026.
Program pelatihan direncanakan akan dimulai secara serentak pada 1 April 2026 di 21 Unit Pelaksana Teknis (UPT) serta berbagai Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh Indonesia.
Pemerintah berharap tambahan waktu ini dapat menjadi momentum bagi masyarakat di pelosok tanah air untuk mengakses kesempatan peningkatan kompetensi demi masa depan ekonomi yang lebih baik.
Editor: Redaksi TVRINews
