
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Tapanuli Utara
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat penyelesaian hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir dan longsor di Desa Sibalanga Julu, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatra Utara.
Huntara tersebut disiapkan untuk 40 kepala keluarga yang terdampak bencana pada akhir November 2025.
Dalam kesempatannya, Kepala BNPB Suharyanto meninjau langsung progres pembangunan huntara di lokasi. Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat yang mendampingi kunjungan tersebut menyampaikan pembangunan huntara telah mencapai sekitar 90 persen.
Setiap unit huntara berukuran 4 x 6 meter dan sebagian besar telah teraliri listrik serta air bersih, meskipun belum seluruh unit tersambung pipa air.
Suharyanto menyatakan warga tidak perlu menunggu seluruh pembangunan rampung untuk mulai menempati huntara. Unit yang telah siap huni dapat langsung digunakan agar warga segera memiliki tempat tinggal yang lebih layak.
“Begitu ada yang selesai, langsung bisa ditempati. Tidak harus menunggu semuanya rampung,” ujar Suharyanto dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Sabtu, 7 Februari 2026.
Saat ini, sebagian besar warga terdampak masih tinggal sementara di rumah kerabat. Dengan adanya huntara, diharapkan para penyintas dapat mulai menata kembali kehidupan mereka meskipun kondisi pascabencana belum sepenuhnya pulih.
BNPB juga membuka kemungkinan pengembangan huntara menjadi hunian tetap (huntap). Menurut Suharyanto, lokasi pembangunan huntara di Sibalanga Julu berpeluang menjadi titik pembangunan huntap apabila disepakati oleh warga penerima bantuan.
“Di Tapanuli Utara ada 40 unit huntara dan besar kemungkinan huntap nantinya juga dibangun di lokasi ini,” kata Suharyanto.
Ia menambahkan pembangunan huntap akan segera dilakukan setelah ada keputusan dari warga terkait lokasi yang dipilih.
Skema ini menjadi salah satu contoh penggabungan lokasi huntara dan huntap dalam penanganan pascabencana.
Penerima huntara berasal dari empat desa di Kecamatan Adian Koting, yakni Desa Sibalanga, Pagaran Lambung I, Adian Koting, dan Pagaran Pisang.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala BNPB juga berdialog langsung dengan sejumlah keluarga penerima bantuan dan menjawab pertanyaan terkait hunian. BNPB turut menyalurkan bantuan untuk menunjang kebutuhan sehari-hari warga terdampak.
Selain meninjau huntara, Kepala BNPB dan rombongan mengecek perbaikan jalan nasional di ruas Adian Koting–Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah. Jalan ini merupakan jalur penghubung Tarutung–Sibolga yang terdampak longsor parah.
Satu titik kritis yang dikenal sebagai Batu Lobang masih dalam proses pengerjaan dan menjadi satu-satunya ruas jalan nasional di Sumatra yang belum dapat dilalui kendaraan. Namun, BNPB mencatat lebih dari 50 titik longsoran di sepanjang jalur tersebut telah berhasil dibersihkan.
Editor: Redaktur TVRINews
