
Penulis: Alfin
TVRINews, Jatim
Puluhan rumah di Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, rusak berat setelah tersapu awan panas guguran Gunung Semeru pada Rabu petang. Warga terpaksa mengungsi menyusul ancaman erupsi susulan.

Pantauan di lokasi menunjukkan rumah-rumah ambruk dan sebagian bangunan hampir rata dengan tanah. Material lahar yang masih hangat menimbun jalan desa dan halaman rumah sehingga menyulitkan warga untuk beraktivitas dan memindahkan barang berharga.
Sejumlah warga terlihat mengumpulkan barang yang masih bisa diselamatkan sebelum membawanya ke titik pengungsian terdekat. Ratusan warga Desa Supiturang dan wilayah sekitar telah dievakuasi menuju beberapa lokasi aman di Kecamatan Pronojiwo, seperti balai desa, gedung sekolah, dan tempat lain yang dinilai jauh dari potensi aliran lahar susulan.
Ubaeri, warga setempat, menceritakan detik-detik kepanikan saat sirine peringatan bencana berbunyi.
“Kronologinya itu kemarin itu, sekitaran jam dua itu pas ada sirine bunyi, dua kali. Pas di sebelah utara rumah saya itu, pas lagi ada acara, terus saya suru matiin pengerasnya. Setelah itu, yang dari penjaga sirine itu, untuk disiarkan di mesjid. Setelah saya siarkan. Ketika sudah disiarkan di mesjid, orang-orang pun sudah mulai mengungsi menyelamatkan diri. Setelah kita sudah di jalan raya. Kayaknya di sini sudah merata,” kata Ubaeri, Kamis, 20 November 2025.
Ia kembali melihat kondisi rumahnya pada malam hari.
“Semalam saya ke sini, ini sudah rata,” ujarnya.
Sementara itu, sebaran material vulkanik semakin meluas. Dusun Kajar Kuning yang sebelumnya tidak terdampak parah kini juga mengalami kerusakan. Warga khawatir aliran lahar baru dari erupsi Rabu kemarin semakin mendekati permukiman.
“Ini di sana itu sudah ada aliran, banyak sawah yang rusak di sana,” kata M. Hamid, warga setempat.
Petugas gabungan BPBD Lumajang, relawan, dan aparat keamanan terus melakukan pendataan kerusakan serta memastikan tidak ada warga yang terjebak di wilayah terdampak. Akses menuju desa dijaga ketat karena sebagian jalurnya rusak berat dan membahayakan.
Erupsi Gunung Semeru pada Rabu sore memicu aliran lahar dingin dan panas ke sejumlah wilayah di lereng selatan sehingga menimbulkan kerusakan luas pada permukiman serta lahan pertanian.
Editor: Redaktur TVRINews
