
Foto: Ilustrasi Hujan
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, Senin, 9 Februari 2026.
Masyarakat di Banten, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, dan Papua Selatan diminta meningkatkan kewaspadaan.
Prakirawan BMKG Selly Brilian menyampaikan bahwa potensi hujan signifikan tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer yang berkembang di sekitar wilayah Indonesia.
“Perlu ditingkatkan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Banten, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, dan Papua Selatan,” ujar Selly dalam unggahan kanal YouTube BMKG, Senin, 9 Februari 2026.
Selain wilayah tersebut, BMKG juga memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah daerah lain di Tanah Air.
Untuk wilayah Indonesia bagian barat, hujan disertai petir diprakirakan terjadi di Padang (Sumatera Barat), Bandar Lampung (Lampung), Yogyakarta, Banjarmasin (Kalimantan Selatan), dan Tanjung Selor (Kalimantan Utara).
Sedangkan, hujan dengan intensitas sedang diprakirakan mengguyur Serang (Banten), Bandung (Jawa Barat), dan Semarang (Jawa Tengah).
Adapun hujan ringan berpotensi terjadi di Medan (Sumatera Utara), Pekanbaru (Riau), Bengkulu, Jambi, Palembang (Sumatera Selatan), Jakarta, Samarinda (Kalimantan Timur), Palangka Raya (Kalimantan Tengah), serta Surabaya (Jawa Timur).
BMKG juga memprakirakan kondisi berawan tebal terjadi di Tanjung Pinang (Kepulauan Riau), Pangkal Pinang (Kepulauan Bangka Belitung), dan Pontianak (Kalimantan Barat). Sementara Banda Aceh (Aceh) diperkirakan mengalami udara kabur.
Untuk wilayah Indonesia bagian timur, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Nabire (Papua Tengah) dan Merauke (Papua Selatan).
Hujan ringan diprakirakan turun di Denpasar (Bali), Mataram (Nusa Tenggara Barat), Kupang (Nusa Tenggara Timur), seluruh wilayah Sulawesi, Ambon (Maluku), Ternate (Maluku Utara), Sorong (Papua Barat Daya), Manokwari (Papua Barat), Jayapura (Papua), serta Jayawijaya (Papua Pegunungan).
Selly menjelaskan, kondisi cuaca tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosfer. Siklon Tropis Michau yang sebelumnya terpantau di perairan barat Australia kini bergerak menjauh ke arah barat daya selatan sehingga tidak lagi berdampak signifikan terhadap Indonesia.
Namun demikian, BMKG mendeteksi adanya potensi pembentukan pola siklonik di Laut Cina Selatan bagian utara Kalimantan, perairan barat Aceh, dan Samudera Hindia barat Lampung.
Sistem ini memicu terbentuknya daerah konvergensi di Laut Natuna, pesisir barat Aceh, Samudera Hindia barat Bengkulu, dan Lampung yang berkontribusi terhadap pertumbuhan awan hujan.
“Kombinasi dinamika atmosfer ini menyebabkan potensi cuaca yang cukup signifikan di sejumlah wilayah Indonesia,” kata Selly.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca melalui laman resmi www.bmkg.go.id dan media sosial resmi BMKG.
Editor: Redaksi TVRINews
