
Foto: Pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang. (dok. Kementerian PU)
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
BNPB terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menariknya, pembangunan huntara kali ini dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan dan keinginan masyarakat di masing-masing daerah, baik dari sisi bentuk bangunan maupun tata letak hunian.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan huntara, termasuk kelengkapan infrastruktur pendukung seperti listrik, air bersih, dan akses dasar lainnya. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers, pada Jumat, 2 Januari 2026.

"Setiap daerah memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kami berupaya mengakomodasi keinginan masyarakat agar huntara yang dibangun benar-benar bisa dihuni dan dimanfaatkan secara optimal," ujar Abdul Muhari, dikutip dari YouTube BNPB Indonesia, Jumat, 2 Januari 2026.
Di Tapanuli Utara, misalnya, warga menginginkan model satu rumah satu keluarga secara terpisah. Sementara di Aceh, huntara dibangun dalam bentuk kopel, satu bangunan yang terdiri atas empat hingga lima pintu, dengan luas dan fasilitas yang sama di setiap unit.
"Tipikal bangunannya bisa berbeda, tapi luas, fasilitas toilet, dan kelengkapannya tetap sama. Yang membedakan adalah bentuk penyesuaian dengan kondisi lahan dan keinginan warga," jelasnya.
Ribuan Unit Huntara Dikebut
Hingga saat ini, pembangunan huntara tengah berlangsung dengan rincian:
* 600 unit dibangun oleh Danantara,
* 96 unit oleh Kementerian Pekerjaan Umum,
* 220 unit oleh Pemerintah Daerah Aceh Tamiang.
Pembangunan di Aceh Tamiang dipercepat mengingat tingginya kebutuhan hunian sementara di wilayah tersebut. Meski demikian, Abdul Muhari menegaskan pembangunan huntara juga berjalan serentak di daerah lain.
"Ini bukan berarti daerah lain tidak difokuskan. Semua bergerak bersama sesuai data dan usulan dari pemerintah daerah," ucapnya.
Selain bangunan fisik, fasilitas pendukung seperti pemasangan tiang listrik juga terus dikebut, terutama di kawasan huntara Aceh Tamiang.
Progres di Berbagai Daerah
Pembangunan huntara juga berlangsung di Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, serta sejumlah wilayah di Sumatera Barat seperti Agam, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Kota 50 Kota, dan Tanah Datar. Di beberapa daerah, rumah contoh huntara telah selesai dibangun sebagai acuan bagi pembangunan selanjutnya.
BNPB menargetkan penyaluran fase pertama DTH dapat rampung hingga akhir pekan atau awal pekan depan, sehingga warga terdampak yang tidak memilih huntara sudah memiliki dukungan finansial untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal sementara.
"Harapannya, dengan hunian yang layak dan sesuai kebutuhan warga, proses pemulihan pascabencana bisa berjalan lebih cepat dan berkelanjutan," ungkapnya.
Baca juga: BNPB: Distribusi BBM ke Aceh Tenggara dan Bener Meriah Capai 116.200 Liter
Editor: Redaktur TVRINews
