
Progres Pembangunan hunian untuk warga bantaran rel di Senen, Jakarta Pusat (Foto: @bakom.ri)
Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
Relokasi Warga Bantaran Rel Jakarta Pusat Masuki Tahap Penyelesaian Akhir
Proyek pembangunan hunian bagi warga yang tinggal di sepanjang bantaran rel kereta api kawasan Senen, Jakarta Pusat, kini memasuki fase krusial.
Dalam kurun waktu dua pekan terakhir, pengerjaan konstruksi mencatatkan kemajuan signifikan dengan capaian realisasi fisik mencapai 85 persen.
Percepatan ini merupakan bagian dari inisiatif strategis pemerintah untuk mengentaskan pemukiman kumuh di jantung ibu kota.
Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (@bakom.ri) menyatakan bahwa proyek ini diproyeksikan rampung lebih awal dari jadwal yang ditetapkan sebelumnya.
"Pembangunan ini bertujuan untuk menghadirkan tempat tinggal yang tidak hanya layak dan aman, namun juga terintegrasi dengan ekosistem perkotaan," tulis pernyataan resmi otoritas terkait melalui kanal media sosial mereka pada Minggu 19 April 2026
*Transformasi Kawasan Kramat Raya*
Berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 1,6 hektare di sepanjang Jalan Kramat Raya, kompleks hunian ini mencakup total 324 unit bangunan.
Arsitektur kawasan dirancang untuk mendukung kualitas hidup komunitas melalui penyediaan fasilitas publik yang esensial.
Sejumlah fasilitas penunjang yang kini dalam tahap penyelesaian meliputi:
• Sistem sanitasi melalui toilet komunal.
• Fasilitas ibadah (musala) dan dapur umum.
• Integrasi jaringan listrik permanen dan akses air bersih yang memadai.
*Respons Terhadap Kunjungan Kepresidenan*
Akselerasi pembangunan ini merupakan tindak lanjut langsung dari inspeksi lapangan yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 25 Maret 2026 lalu.
Saat itu, Kepala Negara menekankan pentingnya intervensi pemerintah dalam menyediakan hunian yang manusiawi bagi masyarakat yang selama ini menetap di area berisiko tinggi seperti pinggiran rel.
Kehadiran proyek ini diharapkan menjadi standar baru dalam penataan pemukiman padat penduduk di Jakarta, di mana aspek keamanan dan kelayakan hidup menjadi prioritas utama tanpa memutus konektivitas warga terhadap pusat kegiatan ekonomi.
Editor: Redaktur TVRINews
