
dok. Kantor Berita Antara
Penulis: Rifiana Seldha
TVRINews, Yogyakarta
Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, menyiapkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai alternatif lapangan kerja baru bagi generasi Z dan milenial, atau yang berumur 18 hingga 44 tahun.
Ia menilai pekerjaan ini cocok menjadi tempat untuk mengembangkan produk. Hal ini Menteri Ferry sampaikan ketika menghadiri Talkshow Peran Strategis Pengusaha Muda dalam Penguatan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dalam rangkaian Forum Bisnis Daerah BPD HIPMMI DIY di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, DI Yogyakarta
"Kami akan menjadikan koperasi ini pilihan alternatif tempat mereka bekerja, juga menjadi tempat mengembangkan produk," ujar Menteri Ferry di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Sabtu, 7 Februari 2026.
Menurut Ferry, Kementerian Koperasi akan melakukan kolaborasi dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Provinsi DIY untuk mengkurasi, membina secara optimal, hingga membiayai produk-produk UMKM dan merek lokal agar bisa dipasarkan melalui Koperasi desa.
"Kami berharap koperasi ini bisa lebih keren, lebih kekinian, dan lebih nyambung dengan generasi muda," imbuhnya.
Ferry menuturkan, kedepannya koperasi desa dan kelurahan memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja. Dengan target Presiden Prabowo yang akan mendirikan 80 ribu Kopdes di seluruh Indonesia, setiap koperasi diproyeksikan membutuhkan pengelola dan manajer. Posisi ini menjadi peluang kerja baru bagi ratusan ribu hingga jutaan orang.
"Ini artinya kita bisa membantu pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan, yang sekarang sangat dibutuhkan oleh kalangan Gen Z dan milenial," lanjut Ferry.
Selain itu, Ferry berharap pelaku UMKM dan pemilik merek lokal yang didorong masuk dalam ekosistem koperasi tersebut berasal dari kalangan generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial.
"Kalau mereka ingin menjadi entrepreneur, produknya akan kami bantu agar bisa dijual di koperasi desa," kata Ferry.
Ia menambahkan, dalam pengembangan koperasi desa dan kelurahan ke depan, pihaknya akan akan melakukan desentralisasi dengan mengeksplorasi potensi di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan, hingga perdagangan. Produk-produk UMKM lokal akan dikurasi, kemudian dipasarkan melalui koperasi desa dan kelurahan dengan semaksimal mungkin melibatkan generasi muda.
"Kita pakai influencer-influencer lokal. Pokoknya kita pakai anak muda semua," pungkas Menkop.
Editor: Redaksi TVRINews
