
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, bersama Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk RI, Faisal Abdullah H. Amodi (Foto: TVRINews/HO-Kemenbud)
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
RI-Arab Saudi Siapkan Pembaruan MoU Kebudayaan di Jakarta
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk RI, Faisal Abdullah H. Amodi, di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta.
Pertemuan strategis ini membahas penguatan kerja sama kebudayaan kedua negara yang telah menjalin hubungan persahabatan selama 76 tahun.
Dalam pertemuan tersebut, Menbud Fadli Zon menegaskan bahwa pembentukan Kementerian Kebudayaan sebagai kementerian mandiri merupakan tonggak sejarah baru bagi Indonesia setelah 79 tahun merdeka.
“Kementerian Kebudayaan ini merupakan yang pertama berdiri setelah 79 tahun. Sebelumnya, urusan kebudayaan berada dalam lingkup pendidikan dan pariwisata,” ujar Fadli Zon dalam keterangan yang diterima tvrinews.com, Kamis, 2 April 2026.
Pembaruan MoU dan Kunjungan Kenegaraan
Salah satu poin krusial dalam pertemuan tersebut adalah rencana kunjungan Menteri Kebudayaan Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Badr bin Abdullah bin Farhan Al Saud, ke Jakarta dalam waktu dekat.
Kunjungan ini dijadwalkan untuk menandatangani pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) Kebudayaan yang akan berakhir pada 2027.
“Berkaitan dengan kerja sama kebudayaan, dalam 10 hari ke depan Menteri Kebudayaan Kerajaan Arab Saudi akan berkunjung ke Indonesia,” ungkap Dubes Faisal Abdullah H. Amodi.
Kolaborasi di UNESCO dan Warisan Takbenda
Indonesia juga memanfaatkan momentum ini untuk menggalang dukungan terkait pencalonan anggota UNESCO Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage periode 2026-2030.
Selain itu, kedua negara sepakat untuk berkolaborasi dalam pengajuan ekstensi elemen Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Indonesia mendorong perluasan pada elemen Arabic Calligraphy (Kaligrafi Arab) yang sebelumnya telah terinskripsi secara multinasional oleh Arab Saudi.
Tak hanya kaligrafi, elemen lain seperti Majlis dan Date Palm (Kurma) juga menjadi objek penjajakan kerja sama karena relevansinya dengan praktik budaya di Indonesia.
Menanggapi usulan tersebut, pihak Arab Saudi menyatakan keterbukaan mereka dan akan menindaklanjuti secara cepat melalui mekanisme Nota Diplomatik.
Ekspansi ke Industri Film
Sektor ekonomi kreatif, khususnya industri perfilman, turut menjadi topik diskusi. Menbud Fadli Zon melihat potensi besar dalam produksi bersama (joint-production) serta kolaborasi antar-festival film internasional.
Potensi kerja sama ini akan melibatkan Red Sea Film Festival di Jeddah dan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) di Yogyakarta sebagai platform pertukaran karya sineas kedua negara.
“Kami sangat senang dengan kehadiran Yang Mulia (Dubes Arab Saudi). Kami berharap kerja sama di bidang kebudayaan ini terus diperkuat dan memberikan manfaat besar bagi ekosistem kebudayaan di kedua negara,” pungkas Fadli Zon.
Editor: Redaksi TVRINews
