
dok. Kemensos
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Surakarta
Keterbatasan ekonomi dan kehilangan sosok ayah sejak kecil sempat membuat Julio kehilangan arah hidup. Namun kini, harapan itu kembali tumbuh setelah ia mendapatkan kesempatan belajar di Sekolah Rakyat.
Julio, anak yatim asal Surakarta, Jawa Tengah, menjalani masa kecil yang tidak mudah. Sejak ayahnya meninggal saat ia berusia satu tahun, Julio diasuh oleh sang nenek, Welas (74), yang sehari-hari berjualan sayur keliling untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Kondisi ekonomi yang serba terbatas membuat Julio sempat terjerumus dalam pergaulan yang salah. Minimnya pendampingan membuatnya terlibat dalam kenakalan remaja, mulai dari melempar batu hingga membawa senjata tajam. Akibatnya, ia putus sekolah saat masih duduk di bangku kelas 3 SD.
Situasi tersebut menjadi kegelisahan tersendiri bagi Welas. Di tengah keterbatasan, ia terus berharap cucunya bisa memiliki masa depan yang lebih baik.
Harapan itu akhirnya datang melalui program Sekolah Rakyat, pendidikan berasrama gratis yang diinisiasi Presiden RI Prabowo Subianto untuk anak-anak dari keluarga miskin dan rentan.
Kini, Julio tercatat sebagai siswa Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 2 Surakarta. Sejak bergabung, perubahan perlahan mulai terlihat. Ia yang sebelumnya sulit diatur kini menjadi lebih tenang, mulai memahami kedisiplinan, dan kembali menekuni pendidikan.
"Sekarang dia lebih dekat. Bisa merangkul, menciumi saya. Katanya senang di sekolah," ujar Welas dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Kemensos, pada Senin, 13 April 2026.
Bagi Kementerian Sosial, kisah Julio mencerminkan pentingnya kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan akses pendidikan bagi anak-anak rentan. Sekolah Rakyat tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang aman untuk membentuk karakter dan mengembalikan arah hidup.
Sistem pendidikan berasrama juga membantu meringankan beban keluarga. Kebutuhan dasar Julio kini terpenuhi, sehingga sang nenek tidak lagi harus memikirkan biaya harian cucunya.
Di usia yang semakin renta, Welas kini bisa bernapas lebih lega. Ia berharap Julio tumbuh menjadi pribadi yang baik, mandiri, dan tidak terlantar di masa depan.
"Kalau saya sudah tidak ada, saya titip cucu saya. Semoga dia jadi orang baik," ucapnya.
Editor: Redaksi TVRINews
