
Foto: Primata Kukang Jawa (Nycticebus Javanicus) (Antara Foto)
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Jawa Barat
Dalam upaya melestarikan satwa langka yang dilindungi, Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi (YIARI) bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat akan melakukan pelepasan kukang Jawa di Gunung Kendeng, kawasan Taman Nasional Halimun Salak, Sukabumi.
Sebanyak 10 ekor kukang Jawa, yang terdiri dari tiga jantan dan tujuh betina, akan dilepasliarkan di kawasan tersebut.
Pemilihan lokasi ini didasarkan pada hasil kajian habitat yang dilakukan oleh YIARI bersama Balai Taman Nasional Halimun Salak. Kajian ini memastikan ketersediaan makanan, minimnya ancaman dari predator, serta penghindaran terhadap perburuan liar.
Sebelum proses pelepasan, kukang-kukang ini telah dirawat di Taman Satwa Rakyat (Taman Sar) Kabupaten Bogor selama lima bulan, setelah sebelumnya disita oleh BKSDA.
Selama perawatan, YIARI mempelajari karakteristik masing-masing kukang untuk memastikan kesiapan mereka kembali ke habitat alami.
Dalam rangka pemantauan aktivitas kukang Jawa setelah pelepasan, pihak YIARI akan memasang alat GPS collar pada setiap individu.
Langkah ini diharapkan dapat membantu dalam pengamatan perilaku dan adaptasi kukang di lingkungan barunya.
Budhi Chandra, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak, dan Aris Hidayat, Manager Program Resiliensi Habitat, menjelaskan bahwa selama dua pekan ke depan, kukang-kukang tersebut akan menjalani proses habituasi. Proses ini penting untuk memastikan mereka dapat beradaptasi dengan baik di Gunung Kendeng.
Diketahui bahwa populasi kukang Jawa, yang merupakan primata endemik, saat ini terancam punah. Oleh karena itu, keterlibatan dinas terkait serta masyarakat sangat diperlukan dalam upaya perlindungan spesies ini.
Editor: Redaktur TVRINews
