
dok. Kemendikasmen
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Serpong
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya menghadirkan “Pendidikan Bermutu untuk Semua” melalui Forum Komunikasi Publik Pendidikan Dasar dan Menengah bertajuk Bersama Komunitas dan Lembaga Masyarakat Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Kegiatan yang digagas Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) ini menjadi ruang dialog antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat untuk memperkuat implementasi kebijakan prioritas pendidikan.
Forum tersebut merupakan bagian dari strategi diseminasi program prioritas Kemendikdasmen yang sejalan dengan agenda pembangunan pendidikan nasional dalam Asta Cita. Fokus kebijakan meliputi penguatan pendidikan karakter dan kesehatan sekolah, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru, wajib belajar 13 tahun, penguatan literasi dan numerasi serta sains dan teknologi, perbaikan sarana prasarana, hingga pembangunan kebahasaan dan kesastraan.
Melalui forum ini, Kemendikdasmen menargetkan peningkatan pemahaman publik terhadap kebijakan pendidikan, penguatan sinergi dengan komunitas dan organisasi masyarakat, serta perluasan dukungan terhadap pelaksanaan program di lapangan.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan bahwa transformasi pendidikan membutuhkan kolaborasi lintas elemen.
“Transformasi pendidikan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah. Kolaborasi dengan komunitas, organisasi masyarakat, guru, orang tua, dan pelajar adalah kunci untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,”ujar Suharti dalam keterangan tertulis, Minggu, 22 Februari 2026.
Ia menambahkan, forum tersebut juga menjadi wadah terbuka untuk menyerap masukan agar kebijakan yang dirumuskan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan memberi dampak nyata bagi peserta didik.
Sementara itu, Kepala BKHM, Anang Ristanto, menyampaikan bahwa penyebarluasan informasi kebijakan tidak bisa hanya mengandalkan kanal komunikasi resmi pemerintah. Menurutnya, keterlibatan komunitas dan organisasi masyarakat sebagai mitra strategis akan memperkuat daya jangkau dan efektivitas komunikasi publik.
BKHM, lanjut Anang, terus membangun kemitraan kolaboratif melalui pelibatan berbagai komunitas dalam peluncuran program prioritas, Konsolidasi Nasional 2026, serta forum dialog yang partisipatif.
Forum ini dihadiri sekitar 200 peserta dari kalangan pelajar, guru, orang tua, serta perwakilan organisasi dan komunitas pendidikan, di antaranya Komunitas Kami Pengajar, Sidina Community, Komunitas Patriot Pelajar Mahasiswa, PP Persatuan Guru NU, PP ‘Aisyiyah, Forum Guru Muhammadiyah, hingga organisasi pelajar dari NU, Muhammadiyah, dan PERSIS.
Dalam diskusi, sejumlah kebijakan strategis turut dibahas, seperti Program Indonesia Pintar (PIP), Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM), peningkatan kesejahteraan guru, Tes Kemampuan Akademik (TKA), serta penguatan budaya sekolah aman dan nyaman.
Melalui komunikasi publik yang inklusif dan partisipatif, Kemendikdasmen berharap terbangun ekosistem pendidikan berbasis gotong royong, transparansi, dan akuntabilitas. Kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam memastikan setiap kebijakan pendidikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh anak Indonesia.
Editor: Redaksi TVRINews
