
Foto: Kemensos
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan program penanganan bencana pada tahun anggaran 2026 yang menekankan tidak hanya respons darurat, tetapi juga penguatan mitigasi risiko bencana.
Strategi ini mencakup pemenuhan kebutuhan dasar korban, perlindungan kelompok rentan, dukungan logistik, serta rehabilitasi sosial termasuk layanan psikososial dan penguatan ekonomi masyarakat terdampak.
“Penguatan Lumbung Sosial, Kampung Siaga Bencana, relawan, kearifan lokal, hingga edukasi kebencanaan bagi siswa menjadi bagian penting dari strategi kami untuk mengurangi risiko dan dampak bencana di masa depan,” ujar Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, dikutip Rabu, 4 Februari 2026.
Dampak Bencana Januari 2026
Data Kemensos mencatat 37 kejadian bencana terjadi di 16 provinsi dan 36 kabupaten/kota pada Januari 2026. Total korban terdampak mencapai 145.538 jiwa, dengan 50 orang meninggal, 109 orang terluka, serta 26.207 rumah terdampak.
Pemerintah menyalurkan bantuan darurat senilai Rp13,76 miliar, meliputi:
- Santunan meninggal dunia Rp15 juta per jiwa
- Santunan luka berat Rp5 juta per jiwa
- Bantuan isi hunian Rp3 juta per keluarga
- Jaminan hidup Rp15.000 per jiwa per hari selama tiga bulan
Bantuan Sosial dan Mitigasi
Hingga triwulan I 2026, Kemensos telah menyalurkan bantuan sosial reguler kepada 1.763.038 keluarga penerima manfaat (KPM) di Sumatra, dengan total anggaran Rp1,83 triliun.
Agus mengungkapkan, kebutuhan pemulihan pascabencana diperkirakan mencapai Rp2,067 triliun, sementara dana tersedia hanya Rp655,4 miliar.
"Kondisi ini mendorong usulan tambahan anggaran nasional sebesar Rp845 miliar untuk memperkuat respons bencana dan program mitigasi di seluruh wilayah terdampak," kata Agus.
Rekam Jejak Kebencanaan 2015–2025
Agus Jabo memaparkan data kebencanaan periode 2015–2025, mencatat 39.778 peristiwa. Banjir menjadi bencana terbanyak (13.191 kejadian), diikuti cuaca ekstrem (11.391) dan tanah longsor (7.991).
"Rata-rata anggaran kebencanaan Kemensos pada periode tersebut mencapai Rp456,32 miliar per tahun," kata Agus Jabo.
Ia menambahkan, realisasi anggaran tahun 2025 tercatat Rp516,99 miliar atau 99,55 persen dari pagu. Logistik darurat yang disalurkan mencapai 954.553 paket, layanan pemulihan sosial menjangkau 7.380 penerima manfaat, dan Lumbung Sosial terbentuk di 104 desa.
Editor: Redaktur TVRINews
