
Pemerintah Indonesia Siap Jalin Kesepakatan Investasi dengan AS di Tengah Negosiasi Tarif
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa pada 16-23 April 2025, Pemerintah Indonesia akan melakukan pertemuan dengan United States Trade Representative (USTR) atau Kantor Perwakilan Dagang AS untuk melakukan negosiasi terkait dengan tarif perdagangan.
Menko Airlangga menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut diharapkan dapat tercapai kesepakatan yang salah satunya adalah mengundang investasi dari Amerika di Indonesia, serta adanya perusahaan Indonesia yang berinvestasi di Amerika Serikat.
Investasi tersebut dilakukan sebagai bentuk negosiasi dari Indonesia terkait dampak tarif resiprokal yang diberikan Presiden AS, Donald Trump, sebesar 32 persen.
"Rencana Indonesia adalah untuk mengkompensasi delta ekspor dan impor yang besarannya 18-19 miliar dolar. Oleh karena itu, secara teknis sudah dipersiapkan komunitasnya, dan secara teknis juga Indonesia akan mengundang investasi Amerika di Indonesia. Selain itu, Indonesia juga akan ada perusahaan yang akan berinvestasi di Amerika," kata Menko Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 14 April 2025.
Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga belum dapat membeberkan investasi yang dilakukan Indonesia akan berasal dari perusahaan dan komoditas apa. Ia mengungkapkan bahwa hal tersebut akan bergantung pada negosiasi yang dilakukan dengan AS.
Menurut Airlangga, setelah kesepakatan tercapai dengan pihak AS, pemerintah akan segera mengumumkan terkait investasi Indonesia dengan AS tersebut.
"Sehingga seluruhnya tentu tergantung pada pembicaraan nanti. Pengumuman itu akan dilakukan di sana," ungkapnya.
Lebih jauh, Menko Airlangga mengatakan bahwa Tim Negosiasi Pemerintah Indonesia yang diperintahkan oleh Presiden Prabowo akan berangkat menuju Amerika Serikat, yakni Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, yang telah berangkat hari ini. Kemudian, mulai besok, Wakil Ketua DEN, Mari Elka Pangestu, serta Airlangga sendiri akan berangkat.
"Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandoni, juga menjadi bagian dari delegasi yang akan berangkat ke AS untuk negosiasi tarif. Sri Mulyani juga diagendakan hadir dalam Spring Meeting IMF-World Bank di Washington DC, AS," tandasnya.
Baca Juga: Airlangga: Indonesia Negara Pertama Negosiasi Tarif Perdagangan dengan AS
Editor: Redaktur TVRINews
