
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Pemerintah memperkuat stimulus ekonomi nasional pada Triwulan I 2026 melalui kebijakan pengelolaan mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri.
Transportasi publik diposisikan sebagai instrumen strategis untuk menjaga kelancaran pergerakan orang, mendukung aktivitas ekonomi, serta memperluas pemerataan manfaat pembangunan selama periode mudik dan balik Lebaran.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah mengoptimalkan perjalanan masyarakat melalui kebijakan diskon tarif transportasi pada periode libur Hari Besar Keagamaan Nasional, termasuk Idulfitri.
Kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan mobilitas, mendorong sektor pariwisata, serta menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal itu disampaikan Airlangga dalam Konferensi Pers Stimulus Ekonomi Triwulan I dan Kesiapan Angkutan Idul Fitri 2026 di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Februari 2026.
Berdasarkan evaluasi pemerintah, mobilitas masyarakat pada Lebaran dan Idul Fitri 2025 mencapai 154,62 juta orang, sementara libur Natal dan Tahun Baru tercatat 110,43 juta orang. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan tahunan sekitar 5,11 persen.
“Atas dasar itu, pada 2026 pemerintah kembali memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi dengan total anggaran Rp911,16 miliar yang bersumber dari APBN dan non-APBN,” ujar Airlangga, Selasa, 10 Februari 2026.
Untuk moda kereta api, pemerintah menetapkan diskon tarif sebesar 30 persen bagi perjalanan pada periode 14–29 Maret 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan keterkelolaan mobilitas nasional selama Lebaran.
Menindaklanjuti kebijakan tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjalankan penugasan penyediaan layanan Angkutan Idulfitri 2026 dengan fokus pada kesiapan kapasitas, kelancaran perjalanan, serta implementasi kebijakan stimulus pemerintah.
Dalam kesempatannya, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan KAI memastikan diskon tarif dari pemerintah dapat diakses masyarakat secara tertib melalui sistem penjualan resmi.
“Dalam mendukung kebijakan diskon stimulus 30 persen dari pemerintah, KAI menyiapkan lebih dari 1,2 juta tempat duduk selama Angkutan Lebaran yang dapat dimanfaatkan masyarakat melalui kanal resmi penjualan mulai sore ini,” kata Anne dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Selasa, 10 Februari 2026.
Selain itu, KAI juga menyiapkan sekitar 660 ribu tempat duduk kereta api tambahan guna memperluas pilihan perjalanan dan membantu pengelolaan arus mudik dan balik.
“Tiket kereta api tambahan dapat dipesan melalui platform penjualan resmi, seperti aplikasi Access by KAI, mulai 11 Februari 2026 pukul 00.01 WIB,” ucap Anne.
Hingga 10 Februari 2026 pukul 7.00 WIB, tercatat sebanyak 848.188 tiket kereta api reguler telah terjual untuk periode keberangkatan 11–27 Maret 2026.
Data sementara menunjukkan puncak pemesanan terjadi pada 24 Maret 2026 dengan 69.724 tiket, disusul 23 Maret (68.904 tiket), 19 Maret (66.201 tiket), dan 18 Maret (64.127 tiket).
Relasi favorit sementara masih didominasi koridor utama Pulau Jawa, seperti Gambir–Yogyakarta, Gambir–Semarang Tawang, dan Pasarsenen–Lempuyangan, yang menegaskan peran kereta api sebagai tulang punggung mobilitas antarkota saat mudik.
“KAI mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam pengelolaan Angkutan Idul Fitri 2026. Kami mengajak masyarakat merencanakan perjalanan sejak dini agar mudik berlangsung tertib, aman, dan nyaman,” tutur Anne.
Editor: Redaktur TVRINews
