
dok. Kemendikdasmen
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Tantangan mengajar di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menuntut ketangguhan dan kreativitas guru, terutama dalam menyiasati keterbatasan sarana, akses internet, serta listrik yang belum stabil. Meski demikian, para pendidik tetap berupaya menghadirkan pembelajaran yang bermakna.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat pemerataan mutu pendidikan di wilayah 3T melalui kebijakan dan dukungan fasilitas pembelajaran. Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Nunuk Suryani, menegaskan transformasi pendidikan menempatkan guru sebagai aktor utama pembangunan sumber daya manusia.
“Pemerintah tidak hanya berfokus pada pemerataan akses, tetapi juga penguatan kapasitas profesional guru agar mampu menghadirkan pembelajaran yang responsif terhadap tantangan zaman,”kata Nunuk dalam keterangan tertulis, Sabtu, 21 Februari 2026.
Semangat tersebut tercermin dari pengalaman Muhammad Fathul Arifin, yang sejak 2020 mengajar di wilayah 3T, tepatnya di SMA Swasta Bina Ilmu, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Pada Januari 2026, ia dipindahkan ke SMKN 2 Buntok setelah diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Selama bertugas, Fathul menghadapi keterbatasan fasilitas, termasuk minimnya akses internet dan listrik. Namun, kondisi itu tidak menyurutkan inovasinya. Ia memanfaatkan proyektor yang dioperasikan dengan mesin pembangkit listrik serta menghadirkan pembelajaran interaktif melalui gim edukasi, ice breaking, dan diskusi santai agar suasana kelas tetap hidup.
“Saya berusaha kreatif meski sarana terbatas, menggunakan pendekatan yang nyaman bagi murid agar mereka tetap semangat belajar,”ungkap Fathul.
Perkembangan signifikan mulai terasa setelah sekolahnya menerima bantuan Papan Interaktif Digital (PID), akses internet Starlink, serta tenaga surya dari pemerintah. Menurutnya, dukungan tersebut sangat membantu kelancaran pembelajaran, termasuk pelaksanaan asesmen dan praktik.
Fathul berharap perhatian terhadap sekolah di wilayah terpencil terus diperkuat agar kualitas pendidikan di desa tidak tertinggal dari kota besar.
Melalui penguatan kebijakan dan dukungan teknologi, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas bagi seluruh anak bangsa, termasuk di wilayah 3T.
Editor: Redaksi TVRINews
