
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan kinerja sektor pariwisata nasional menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang 2025 dan berhasil melampaui target Rencana Kerja Pemerintah (RKP).
Capaian tersebut disampaikan Widiyanti dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu, 4 Februari 2026.
Ia merujuk pada data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipublikasikan pada 2 Februari 2026, sekaligus memperbarui data yang sebelumnya disampaikan Kementerian Pariwisata.
“Capaian ini merefleksikan hasil kolaborasi yang baik di antara seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata,” ujar Widiyanti, Rabu, 4 Februari 2026.
BPS mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang 2025 mencapai 15,39 juta kunjungan.
Angka tersebut melampaui target pemerintah dalam RKP 2025 yang dipatok pada kisaran 14 hingga 15 juta kunjungan. Jumlah kunjungan wisman pada 2025 juga tumbuh 10,80 persen dibandingkan 2024.
“Dengan pencapaian aktual sebesar 15,39 juta, ini berarti melampaui target dan hasilnya lebih baik dari proyeksi sebelumnya,” kata Widiyanti.
Dari total kunjungan wisman tersebut, sekitar 71 persen berasal dari negara-negara target.
Malaysia menjadi negara penyumbang wisatawan terbesar, sementara Uni Emirat Arab tercatat sebagai negara target dengan pertumbuhan kunjungan tertinggi, menggantikan posisi Rusia pada periode sebelumnya.
Selain jumlah kunjungan, rerata pengeluaran wisatawan mancanegara per kedatangan atau average spending per arrival (ASPA) juga melampaui target. Sepanjang 2025, ASPA tercatat sebesar 1.267 dolar AS, lebih tinggi dari target 1.220 dolar AS.
Devisa pariwisata turut menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada 2025, devisa pariwisata diproyeksikan mencapai 18,91 miliar dolar AS atau setara Rp317,40 triliun, meningkat 13,17 persen dibandingkan capaian 2024.
BPS juga mencatat selisih antara kunjungan wisman dan perjalanan wisatawan nasional pada 2025 sebesar 6,22 juta. Angka ini meningkat dibandingkan selisih pada 2024 yang tercatat sebesar 4,94 juta.
“Meski bukan indikator kinerja utama, selisih ini tetap kami monitor karena penting sebagai salah satu indikasi surplus devisa,” ucap Widiyanti.
Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara sepanjang 2025 tercatat mencapai 1,20 miliar perjalanan atau tumbuh 17,55 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi investasi, realisasi investasi sektor pariwisata sepanjang 2025 mencapai Rp73,55 triliun. Angka ini tumbuh 56,05 persen dibandingkan realisasi tahun penuh 2024 dan meningkat signifikan dari capaian investasi Triwulan I-III 2025 yang sebelumnya dilaporkan sebesar Rp53,92 triliun.
“Capaian ini menjadi indikator bahwa sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional dan memberikan dampak langsung bagi perekonomian masyarakat,” tutur Widiyanti.
Ia menambahkan capaian tersebut akan menjadi pemantik bagi jajaran Kementerian Pariwisata untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi dan program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Editor: Redaktur TVRINews
