
Anggota Komisi VII DPR RI Putra Nababan di Auditorium Bung Karno TVRI, Selasa (3/2/2026). (dok. TVRINews/Nisa Alfiani)
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Anggota Komisi VII DPR RI, Putra Nababan, menyampaikan harapan besar terhadap TVRI yang dipercaya negara sebagai official broadcaster Piala Dunia 2026. Ajang sepak bola terbesar dunia yang digelar di tiga negara Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko menurutnya menjadi momentum penting bagi TVRI untuk tampil lebih profesional dan inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Putra menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada TVRI merupakan kebanggaan sekaligus amanah besar. Ia berharap TVRI mampu menyiarkan Piala Dunia dengan kualitas terbaik dan jangkauan yang lebih luas.
“Kita ingin agar TVRI meningkatkan profesionalitasnya, baik dari penyiaran, tampilan layar, hingga jangkauannya,” ujar Putra Nababan di Auditorium Bung Karno TVRI, Selasa (3/2/2026).
Ia menyoroti capaian jangkauan siaran TVRI yang kini berada di kisaran 75 persen. Menurutnya, target tersebut harus ditingkatkan mendekati 90 persen agar masyarakat di seluruh pelosok bisa menyaksikan Piala Dunia melalui TVRI.
“Jangan sampai ada masyarakat Indonesia yang berkata mereka tidak bisa menyaksikan siaran Piala Dunia di TVRI. Ini harus benar-benar dipersiapkan oleh negara dan TVRI,” tegasnya.
Selain aspek teknis, Putra menekankan pentingnya dampak sosial dari siaran Piala Dunia. Ia menilai ajang ini bukan sekadar soal rating atau jumlah penonton, tetapi juga tentang peningkatan kepercayaan diri, kebahagiaan publik, hingga nilai sportivitas.
“Outcome-nya harus terlihat. Apakah kebahagiaan masyarakat meningkat? Apakah solidaritas dan sportivitas masyarakat tumbuh? Itu parameternya, bukan sekadar soal iklan,” katanya.
Untuk menyukseskan penayangan Piala Dunia 2026, Putra mendorong TVRI mulai menghidupkan antusiasme publik sejak awal 2026.
Ia menyarankan TVRI menayangkan program edukatif tentang sepak bola, termasuk sejarahnya, kisah inspiratif pemain dunia, hingga dukungan negara terhadap perkembangan olahraga tersebut.
“Mulai Februari ini, TVRI sebaiknya sudah memberi pemanasan, mengedukasi masyarakat tentang sepak bola. Tampilkan bagaimana pemain kelas dunia dibentuk oleh kerja keras, kedisiplinan, dan dukungan keluarga,” jelasnya.
Ia berharap tayangan-tayangan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia sekaligus meningkatkan hype menjelang kickoff pada Juni 2026.
“Pra-nya harus ada, supaya hype-nya juga dapat,” tutup Putra Nababan.
Editor: Redaksi TVRINews
