TVRINews, Jakarta
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyatakan sebanyak 1.476 Patriot Muda Indonesia siap diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi di berbagai daerah, terutama wilayah Indonesia Timur, untuk mendampingi masyarakat dan memperkuat pembangunan ekonomi lokal.
Para peserta tersebut merupakan hasil seleksi Program Ekspedisi Patriot 2026 yang diselenggarakan Kementerian Transmigrasi bersama 10 perguruan tinggi mitra. Dari total 10.359 pendaftar, sebanyak 1.230 Patriot dan 246 Ketua Tim dinyatakan lolos dan akan bertugas di kawasan transmigrasi.
Iftitah menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, yang telah menunjukkan semangat pengabdian untuk membangun Indonesia dari kawasan-kawasan strategis.
"Dari hasil rekrutmen tersebut, sebanyak 1.476 peserta terpilih yang terdiri atas 1.230 Patriot dan 246 Ketua Tim akan diterjunkan ke berbagai kawasan transmigrasi. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendaftar yang telah menunjukkan semangat untuk mengabdi dan menjadi bagian dari pembangunan Indonesia," kata Iftitah dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, Selasa, 9 Juni 2026.
Menurutnya, Program Ekspedisi Patriot 2026 dirancang untuk memberikan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat dibandingkan tahun sebelumnya yang lebih berfokus pada riset dan pemetaan potensi ekonomi daerah.
Ia menjelaskan, para Patriot akan mendampingi masyarakat transmigrasi maupun warga lokal dalam mengembangkan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki daerah masing-masing.
"Kami ingin masyarakat transmigrasi, baik transmigran maupun masyarakat lokal, benar-benar merasakan manfaat kehadiran para Patriot. Fokusnya adalah membantu membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, dan mengurangi kemiskinan," tuturnya.
Lebih lanjut, Iftitah menegaskan bahwa transformasi transmigrasi saat ini tidak lagi sekadar memindahkan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain. Pemerintah kini menjadikan kawasan transmigrasi sebagai motor penggerak pembangunan dan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
"Transformasi transmigrasi diarahkan untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat setempat," ucapnya.
Program Ekspedisi Patriot 2026 juga diikuti oleh 46 anak transmigran serta sejumlah putra-putri asli Papua. Selain itu, peserta berasal dari 157 perguruan tinggi, termasuk sejumlah kampus internasional.
Untuk mengakomodasi tingginya minat generasi muda yang ingin berkontribusi dalam pembangunan kawasan transmigrasi, Kementerian Transmigrasi juga tengah menyiapkan Komunitas Sahabat Patriot.
Komunitas tersebut akan menjadi wadah kolaborasi, pengabdian, serta pengembangan kapasitas bagi anak muda Indonesia melalui berbagai pelatihan dan peluang pembelajaran, baik di dalam maupun luar negeri.
Melalui Program Ekspedisi Patriot dan Komunitas Sahabat Patriot, Kementerian Transmigrasi berharap semakin banyak sumber daya manusia unggul yang terlibat dalam pembangunan kawasan transmigrasi sekaligus mempercepat lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah Indonesia.










