
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meyakini target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,5 persen pada kuartal I-2026 dapat tercapai. Tren positif ini didorong oleh lonjakan konsumsi masyarakat yang signifikan selama momentum Ramadhan dan perayaan Idul Fitri.
“Kelihatannya target 5,5 bisa dicapai dari geliat selama Ramadhan kemarin,” ujar Airlangga di Jakarta, Sabtu 21 Maret 2026
Airlangga turut menyoroti dinamika inflasi yang diperkirakan akan lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode kuartal pertama tahun lalu. Hal ini dipicu oleh berakhirnya program diskon tarif listrik sebesar 50 persen yang sebelumnya sempat menekan angka inflasi sepanjang Januari hingga Februari 2025.
Menurutnya, tanpa adanya potongan harga tersebut, pengeluaran masyarakat untuk pembayaran listrik kembali ke level normal. Kondisi ini secara statistik menyebabkan angka inflasi tercatat lebih tinggi.
“Tahun kemarin kan sampai bulan Februari itu ada diskon tarif listrik. Jadi itu yang membuat inflasi tahun kemarin dari segi listriknya deflasi. Tahun ini karena enggak ada (diskon tarif listrik), berarti angkanya akan lebih tinggi,” ucap dia.
Kendati tekanan inflasi diperkirakan mengalami kenaikan, pemerintah tetap optimistis bahwa daya beli masyarakat serta lonjakan konsumsi selama masa perayaan keagamaan akan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Pemerintah sendiri menetapkan target pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026 berada di kisaran 5,5 persen hingga 5,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka tersebut didorong melalui percepatan belanja negara, pemberian stimulus fiskal, serta penguatan daya beli masyarakat di tengah periode Ramadhan dan Idul Fitri.
Sebagai langkah nyata menjaga daya beli sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi, pemerintah telah meluncurkan paket stimulus ekonomi pada kuartal I-2026. Salah satu poin utamanya adalah insentif transportasi untuk mudik Lebaran yang meliputi diskon tiket kereta api 30 persen, angkutan laut 30 persen, jasa penyeberangan 100 persen, hingga potongan harga tiket pesawat sebesar 17–18 persen.
Selain insentif transportasi, pemerintah menyalurkan bantuan pangan dengan nilai total Rp12 triliun kepada keluarga penerima manfaat. Bantuan tersebut berupa paket 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk periode dua bulan, yakni Februari hingga Maret 2026, yang menyasar 35,04 juta keluarga.
Pemerintah juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp55 triliun untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi sekitar 10,5 juta aparatur negara. Jumlah tersebut mencakup Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), TNI, Polri, serta para pensiunan.
Editor: Redaksi TVRINews
