Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Indonesia-Meksiko bahas Semana Santa, Indonesia-Georgia fokus kerja sama film.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menggelar dialog dengan sejumlah duta besar negara sahabat, di antaranya Duta Besar Meksiko Serikat dan Duta Besar Georgia untuk Republik Indonesia.
Pertemuan ini bertujuan untuk menjajaki potensi kerja sama kebudayaan sekaligus memperkuat diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional.
Nominasi Bersama Semana Santa
Dalam pertemuan dengan Duta Besar Meksiko Serikat untuk RI, Fransisco de la Torre Galindo, Fadli Zon menyoroti peluang kolaborasi budaya antara Indonesia dan Meksiko, khususnya terkait kemungkinan pengajuan nominasi bersama (joint nomination) tradisi Semana Santa ke UNESCO.
Semana Santa merupakan tradisi masyarakat Larantuka, Flores, yang dilaksanakan saat peringatan Paskah dan memiliki kemiripan dengan tradisi keagamaan di sejumlah negara Amerika Latin.
“Kita bisa mulai dengan mencari kesamaan yang dapat dibagikan sebagai Warisan Budaya Takbenda dan membuka peluang pengusulan bersama ke UNESCO, baik melalui nominasi baru maupun perluasan pencatatan,” ujar Fadli Zon dalam keterangan tertulis, Rabu, 21 Januari 2026.
Budaya sebagai Perekat Antarbangsa
Menanggapi hal tersebut, Fransisco de la Torre Galindo menyampaikan bahwa budaya di Meksiko tumbuh kuat melalui peran masyarakat dan komunitas.
“Budaya yang berakar pada peradaban dan komunitas memiliki kekuatan besar untuk menyatukan. Ketika budaya dan seni menjadi kebanggaan bersama, dialog antarnegara dapat tumbuh dan saling menguatkan,” katanya.
Hidupkan Kerja Sama Indonesia–Georgia
Pada kesempatan yang sama, Menteri Fadli Zon juga berdialog dengan Duta Besar Georgia untuk Indonesia, Tornike Nozadze. Fadli menegaskan bahwa hubungan bilateral Indonesia dan Georgia telah terjalin cukup lama dan diperkuat dengan nota kesepahaman di bidang kebudayaan.
“Saya melihat potensi kerja sama kebudayaan yang sangat besar antara kedua negara dan belum dimanfaatkan sepenuhnya. Sudah saatnya kerja sama ini kita hidupkan kembali,” tuturnya.
Film Jadi Pintu Masuk Kolaborasi
Fadli menyebut industri film sebagai medium strategis untuk memulai kerja sama konkret antara Indonesia dan Georgia, termasuk produksi bersama. Sejalan dengan itu, Tornike Nozadze mengusulkan kerja sama pemutaran film Georgia di Indonesia dan film Indonesia di Georgia.
“Georgian National Film Center siap bekerja sama dan memerlukan nota kesepahaman teknis antarlembaga untuk memulai program tersebut,” ujar Tornike.
Pertukaran Seni Tradisional
Selain perfilman, Georgia juga mengusulkan pertukaran kelompok seni tradisional, seperti musik dan tari rakyat Georgia, termasuk nyanyian polifonik yang telah diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda dunia.
Menurut Tornike, pendekatan people-to-people contact melalui seni dan budaya dinilai lebih efektif dalam mempererat hubungan antarnegara.
Komitmen Diplomasi Budaya
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Fadli Zon menyatakan kesepakatannya. Ia menilai kerja sama perfilman dapat dimulai dari pemutaran film dan partisipasi festival, kemudian berkembang ke pengembangan skenario dan produksi bersama dengan skema pendanaan kolaboratif.
Pertemuan ini menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk terus memperkuat kerja sama kebudayaan dengan negara sahabat melalui dialog terbuka dan kolaboratif, sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan, kreativitas, dan nilai budaya lintas negara guna memperkuat hubungan bilateral berkelanjutan serta meningkatkan peran budaya Indonesia di tingkat global.
Editor: Redaktur TVRINews
