
Foto: Menlu Rusia Sergey Lavrov
Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Indonesia mendorong Rusia untuk segera menyetujui protokol zona bebas senjata nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ) secepat mungkin.
Hal itu dikatakan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi dalam pertemuan para Menlu ASEAN dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov di Jakarta, Kamis, 13 Juli 2023.
Guna menjadi kawasan yang damai dan makmur secara inklusif, Retno mengatakan ASEAN harus memastikan Zona Bebas Senjata Nuklir di Asia Tenggara.
“Untuk tujuan ini, saya mengandalkan Rusia untuk menyetujui protokol SEANWFZ secepat mungkin,” kata Retno, Kamis, 13 Juli 2023.
Baca Juga : Menlu Retno Akui Peran Selandia Baru sebagai Penghubung Penting ASEAN di Kawasan Pasifik
Selain itu, dalam pertemuan tersebut Retno mengungkapkan bahwa ASEAN akan mengusulkan Deklarasi Pemimpin tentang Penguatan Ketahanan Pangan dan Gizi dalam Menanggapi Krisis pada September mendatang.
“Untuk itu dukungan Rusia sangat diperlukan, mengingat status Rusia sebagai produsen biji-bijian dan pupuk global,” ucap Retno.
Sementara itu, Lavrov menegaskan dukungan Rusia terhadap sentralitas ASEAN dalam pembangunan arsitektur kawasan inklusif di Indo-Pasifik sebagai fondasi keamanan dan kemakmuran, berdasarkan prinsip-prinsip Piagam PBB.
Sebagai informasi, kerja sama ASEAN-Rusia telah dimulai sejak tahun 1991. Rusia secara resmi menjadi Miitra Wicara ASEAN pada AMM/PMC ke-29 di Jakarta pada Juli 1996 lalu.
Dasar pertimbangan untuk membentuk kemitraan tersebut adalah status Rusia sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan ASEAN.
Disamping itu besarnya pasar ekonomi Rusia serta sumber daya alam yang dimilikinya juga merupakan peluang bagi ASEAN untuk lebih meningkatkan hubungan dengan Rusia dibidang-bidang pembangunan, Ilmu pengetahuan dan Teknologi, Perdagangan, Sumber Daya Manusia, Investasi dan Ekonomi, Lingkungan hidup, Pariwisata, Kebudayaan serta peningkatan people-to-people contact.
Baca Juga : Ma'ruf Amin: Pemerintah Prioritaskan Peningkatan Pendidikan Orang Asli Papua
Editor: Redaktur TVRINews
