Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Dua fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Banjar dan Kebumen dipastikan akan segera beroperasi. Saat ini, proses pembangunan memasuki tahap akhir dan ditargetkan rampung sebelum akhir Oktober. Pengoperasian kedua fasilitas tersebut dijadwalkan dimulai pada November 2025.
Menteri Dody menegaskan bahwa SPPG merupakan bagian penting dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk mencetak generasi Indonesia yang sehat dan cerdas.
“Program MBG ini bukan sekadar bantuan makanan. Ini adalah strategi pembangunan jangka panjang yang menyentuh kesehatan, pendidikan, dan ekonomi lokal sekaligus,” ujar Dody dalam keterangan tertulis yag diterima, Selasa (21/10/2025).
Ia menambahkan bahwa program ini juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi desa karena melibatkan petani, nelayan, dan UMKM dalam rantai penyediaan bahan pangan.
Dalam kunjungannya ke Banjar dan Kebumen, Menteri Dody didampingi Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga, Triono Junoasmono, dan jajaran dari Badan Gizi Nasional (BGN). Tim gabungan ini memeriksa kesiapan fisik gedung, fasilitas dapur, serta sistem ventilasi di kedua lokasi.
Triono menyebut, secara umum kualitas pembangunan sudah baik. Namun, masih ada beberapa pembenahan minor yang harus diselesaikan, seperti kerapian instalasi kabel, pencahayaan ruang, dan tambahan partisi dapur.
“Target kita jelas: perbaikan selesai Jumat ini, dan uji laik fungsi dilakukan Senin depan. Setelah itu bisa segera diserahterimakan dan dioperasikan,” katanya.
Selain itu, Dody juga mengingatkan pentingnya kelengkapan dokumen seperti addendum kontrak dan perjanjian kerja sama agar tidak menghambat proses serah terima dari penyedia jasa kepada pemerintah.
SPPG di Banjar dan Kebumen, bersama satu unit lain di Kota Jambi, merupakan proyek hasil kolaborasi antara pemerintah dan BUMN Karya lewat skema CSR. Fasilitas ini ditujukan untuk mendukung penyediaan makanan bergizi yang higienis dan terstandar, sekaligus berfungsi sebagai pusat edukasi gizi bagi masyarakat.
Menurut Dody, ketiga SPPG ini akan menjadi proyek percontohan nasional. Ia berharap keberadaan fasilitas ini bisa mendorong penurunan angka stunting dan memperkuat kualitas pelayanan dasar di daerah.
“Ini bukan sekadar bangunan. Ini investasi untuk masa depan generasi Indonesia,” pungkas Dody.
Editor: Redaktur TVRINews
