
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa film memiliki potensi besar tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana penyampaian pesan moral kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Riefky saat menerima audiensi perwakilan film Meja Tanpa Laci di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin, 30 Maret 2026.
Menurutnya, karya film yang mengangkat nilai integritas seperti ini perlu didukung agar mampu menjangkau audiens yang lebih luas.

"Bioskop mengutamakan film komersial yang menjanjikan. Promosi film ini harus segera dimulai dan lebih dimaksimalkan agar semakin terjamah masyarakat. Untuk itu, kita siap berkolaborasi dalam rantai nilai film tersebut," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Selasa, 31 Maret 2026.
Film Meja Tanpa Laci sendiri terinspirasi dari gagasan inovatif anti-korupsi milik Andi Sri Ulva Baso, yang merupakan penerima Hoegeng Awards 2025. Film ini mengusung tagline "Susah untuk Jujur" dan diharapkan mampu menjadi alternatif tontonan yang relevan dengan realitas sosial.
Dari sisi cerita, film ini mengisahkan Dipa, seorang polisi muda yang berupaya mempertahankan integritas di tengah tekanan sistem yang sarat praktik suap.
Dalam proses penyelidikan kasus hilangnya seorang pemuda, ia menemukan keterkaitan dengan jaringan narkoba yang beroperasi di balik distribusi sembako.
Produser film, Deden Ridwan, menyebutkan bahwa film ini ingin menghadirkan narasi positif yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
"Tujuan film ini agar masyarakat tahu orang baik masih ada. Kami ingin menyampaikan pesan integritas dengan cara yang lebih ringan dan menghibur, sehingga mudah diterima," kata Deden Ridwan.
Kementerian Ekraf memandang inisiatif ini sebagai bagian penting dalam memperkuat ekosistem industri film nasional. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri, diharapkan distribusi film semakin luas, kualitas produksi meningkat, serta mampu menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan.
Audiensi tersebut juga dihadiri sejumlah perwakilan tim produksi, di antaranya Produser Eksekutif Riki Handayani, Sutradara Ody C. Harahap, serta tim produksi lainnya. Sementara Menteri Ekraf didampingi jajaran internal kementerian terkait subsektor film, animasi, dan video.
Editor: Redaksi TVRINews
