TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat penanganan darurat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan memperkuat distribusi bantuan melalui jalur udara dan laut.
Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Dra. Andi Eviana, bersama Plt. Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan BNPB Brigjen TNI Herry Setiono berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Posko TNI AU Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma.
Koordinasi dilakukan untuk memastikan dukungan logistik dan transportasi udara dapat berjalan cepat dan terkoordinasi sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak gempa. Langkah tersebut ditindaklanjuti dengan penguatan operasi distribusi logistik dari Pos Pendukung Logistik Nasional (PPN) Halim Perdanakusuma.
Sejak Sabtu kemarin, Posko PPN Halim Perdanakusuma menggelar operasi distribusi bantuan kemanusiaan berskala besar dengan melibatkan pemerintah, TNI, dan berbagai mitra kemanusiaan.
Pesawat angkut berat TNI AU dikerahkan untuk mengirimkan kebutuhan logistik ke sejumlah wilayah terdampak gempa di NTT. Pada Senin (17/8), tiga penerbangan diberangkatkan dengan total muatan bantuan mencapai 40.567 kilogram (kg).
Penerbangan pertama menggunakan pesawat Hercules A-1328 dengan rute Halim Perdanakusuma (HLM)–Labuan Bajo (LBJ)–Halim Perdanakusuma (HLM).
Pesawat tersebut mengangkut 13.504 kg logistik untuk mendukung pemenuhan kebutuhan darurat di wilayah barat NTT. Muatan terdiri atas paket sembako seberat 3.019 kg atau 549 koli dari Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres) serta dua unit tenda rumah sakit lapangan dengan berat total 10.485 kg dari Pusat Krisis Kesehatan (Puskris).
Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak. Distribusi bantuan kemudian diarahkan ke wilayah tengah dan timur NTT melalui penerbangan kedua menggunakan Hercules A-1344 dengan rute Halim Perdanakusuma (HLM)–Maumere (MOF)–Halim Perdanakusuma (HLM).
"Pesawat tersebut membawa 13.500 kg logistik yang terdiri atas 13.100 kg paket sembako dalam 2.380 koli dari Setmilpres dan 400 kg kornet kaleng dalam 40 koli dari Rumah Zakat. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat terdampak, terutama di tengah keterbatasan akses pascagempa,” tulis Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, dalam keterangan yang diterima redaksi, Senin, 17 Agustus 2026.
Tiga penerbangan pada Senin tersebut merupakan bagian dari operasi distribusi logistik terpadu melalui jalur udara dan laut. Posko Bantuan NTT di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma menjadi pusat kendali penerimaan dan konsolidasi bantuan dari berbagai sumber.
Bantuan berasal dari lembaga dan organisasi kemanusiaan, pemerintah pusat dan daerah, serta swasta. Melalui jalur udara, bantuan didistribusikan dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju Labuan Bajo dan Maumere.
Sementara itu, distribusi melalui jalur laut dilakukan dari Pelabuhan Tanjung Priok menggunakan KRI menuju sejumlah pelabuhan di NTT, di antaranya Pelabuhan Laurentius di Maumere, Pelabuhan Soekarno-Hatta di Ende, dan Pelabuhan Reo di Manggarai.
Operasi dengan berbagai moda transportasi tersebut terus diperkuat selama masa tanggap darurat. Dalam kurun waktu 15–17 Agustus 2026, tercatat tujuh sortie penerbangan dengan total 101.494 kg logistik.
Operasi tersebut didukung dua unit pesawat A-400M Atlas dan empat unit pesawat C-130 Hercules, serta armada KRI untuk distribusi melalui jalur laut. Kelancaran operasi juga didukung personel gabungan yang bertugas di Pangkalan Aju Halim Perdanakusuma. Sebanyak 710 personel terlibat, mulai dari penerimaan dan konsolidasi bantuan hingga pemuatan serta pemberangkatan logistik menuju wilayah terdampak.
BNPB mengimbau masyarakat dan mitra yang ingin menyalurkan bantuan agar berkoordinasi dengan Koordinator Posko Halim untuk menyinkronkan jadwal dan kebutuhan distribusi. Koordinasi diperlukan agar bantuan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak, baik dari sisi jenis, jumlah, waktu, maupun moda transportasi, sehingga dapat disalurkan secara efektif dan tepat sasaran.










