
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Bali
Banjir bandang menerjang Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, pada Jumat, 6 Maret 2026 sekitar pukul 20.00 WITA setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Derasnya aliran air menyebabkan delapan warga terseret arus.
Akibat peristiwa tersebut, dua orang dilaporkan meninggal dunia, dua orang masih dalam pencarian, sementara empat orang lainnya berhasil selamat.
Pada Sabtu, 7 Maret 2026, seluruh korban meninggal dunia telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dan dibawa ke rumah duka. Hingga kini, operasi pencarian terhadap dua warga yang masih hilang terus dilakukan.
Tim gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian dan penyelamatan terdiri dari unsur pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Buleleng, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali, tim SAR, Palang Merah Indonesia, pemerintah desa setempat, serta masyarakat sekitar.
Selain melakukan pencarian korban, tim juga melakukan pembersihan awal material lumpur, tanah, dan sampah yang terbawa arus dan mengendap di rumah warga. Pembersihan juga dilakukan terhadap material longsor yang sempat menutup akses jalan di wilayah terdampak.
BPBD Kabupaten Buleleng telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak serta melakukan kaji cepat guna mengetahui dampak bencana secara menyeluruh.
Banjir bandang tersebut juga menyebabkan sejumlah rumah warga terdampak material lumpur, tanah, dan sampah yang terbawa arus. Hingga saat ini, kerugian materiel masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.
Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah Bali masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang dalam dua hari ke depan.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan serta daerah aliran sungai.
Menyikapi kondisi tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta langkah mitigasi bencana.
Pemerintah daerah diharapkan memperkuat pemantauan kondisi cuaca dan potensi ancaman bencana, memastikan kesiapan personel dan peralatan penanganan darurat, serta mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah rawan bencana.
Masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai dan wilayah perbukitan juga diminta tetap waspada, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi berlangsung dalam durasi lama.
Warga diimbau membersihkan saluran drainase, tidak membuang sampah ke sungai, serta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman apabila terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba.
BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah, BPBD setempat, dan BMKG terkait perkembangan cuaca dan potensi bencana di wilayah masing-masing.
Editor: Redaktur TVRINews
