
Anies Baswedan Kenang Pentingnya Papan Tulis di Hari Pertama Menjabat Gubernur DKI
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, membagikan pengalamannya soal pentingnya papan tulis dalam proses kepemimpinan dan pengambilan keputusan di lingkungan pemerintahan. Cerita itu ia sampaikan melalui sebuah video yang diunggah di akun media sosial X miliknya, @AniesBaswedan.
Dalam video berdurasi singkat tersebut, Anies tampak berbicara di depan audiens dalam sebuah forum berbahasa Inggris. Ia mengenakan kemeja putih dan tampil layaknya dosen yang sedang memberikan kuliah umum.
“Saat Anda menggunakan papan tulis, rasanya seperti sedang berada di lingkungan kampus,” ujar Anies dalam keterangan yang dikutip, Kamis, 3 Juli 2025.
Anies kemudian mengisahkan pengalamannya saat pertama kali menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ia mengingat momen ketika dirinya memimpin rapat perdana bersama para kepala dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
“Jakarta ini sebenarnya adalah sebuah kota, tapi karena status administratifnya sebagai provinsi, maka pemimpinnya disebut Gubernur,” ungkapnya.
Dalam rapat tersebut, Anies mengaku mencari papan tulis untuk menjelaskan pemikirannya, namun tidak menemukannya. Yang tersedia hanya layar proyektor untuk presentasi.
“Saya lihat-lihat ruangan, mencari papan tulis atau papan kapur. Tapi ternyata tidak ada, yang ada hanya layar untuk menampilkan slide,” jelasnya.
Hal itu kemudian membuatnya bertanya kepada peserta rapat, “Apakah ruangan ini digunakan untuk berdiskusi atau hanya untuk memberi instruksi?”
Anies menekankan, keberadaan papan tulis bukan hanya sebagai perlengkapan fisik, melainkan simbol penting yang mencerminkan ruang diskusi dan kolaborasi ide.
“Kalau ada papan tulis, itu artinya ada diskusi. Kalau tidak ada, berarti hanya satu arah,” tegasnya.
Sejak kejadian itu, Anies memutuskan untuk memasang papan tulis di ruang rapat Gubernur. Tujuannya, agar setiap pertemuan tidak hanya menjadi ajang pemberian instruksi, melainkan juga ruang untuk bertukar ide secara aktif.
Dalam unggahan videonya, Anies turut menyampaikan pesan bahwa papan tulis bukan hanya milik para pengajar di ruang kelas, tetapi juga merupakan alat penting bagi para pemimpin.
“Papan tulis bukan cuma untuk dosen. Manajer dan pemimpin juga membutuhkannya. Kecuali kalau hanya ingin memberi perintah tanpa ruang untuk mengkaji dan menguji ide,” tulis Anies dalam keterangan unggahannya.
Unggahan ini pun menuai beragam respons dari warganet, sebagian besar mengapresiasi pesan simbolik tentang pentingnya membangun budaya diskusi dalam kepemimpinan.
Editor: Redaktur TVRINews
