
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Komisi IV DPR RI menyelenggarakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Ruang Rapat Komisi IV DPR RI, Senin 13 April 2026. Pertemuan ini fokus pada pemaparan akademik mengenai rencana revisi Undang-Undang tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Dalam agenda tersebut, hadir sejumlah pemangku kepentingan strategis, mulai dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Pengurus Besar Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (PB ISPI), hingga Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Peternakan Indonesia (FPPTPI). Selain itu, hadir pula perwakilan dari Ikatan Senat Mahasiswa Peternakan Indonesia (ISMAPETI) serta Badan Keahlian Teknik Peternakan Persatuan Insinyur Indonesia (BKT Peternakan PII).
Para narasumber memberikan berbagai pandangan akademik serta rekomendasi substansial. Poin-poin utama yang dibahas meliputi penguatan sistem kesehatan hewan, peningkatan produktivitas nasional, serta upaya perlindungan peternak lokal dalam menghadapi tantangan global.
Anggota Komisi IV DPR RI, Endang Setyawati Thohari menyatakan bahwa masukan dari akademisi dan praktisi merupakan elemen krusial. Hal ini diperlukan agar revisi regulasi tersebut bersifat komprehensif dan adaptif.
“Masukan dari akademisi, praktisi, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran. Revisi undang-undang ini harus mampu menjawab tantangan sektor peternakan saat ini sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional ke depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Endang Setyawati menegaskan bahwa kebijakan yang dilahirkan harus memiliki keberpihakan yang jelas terhadap peternak lokal agar memiliki daya saing kuat.
“Perlindungan terhadap peternak lokal, peningkatan kualitas produksi, serta penguatan sistem kesehatan hewan harus menjadi prioritas utama dalam revisi undang-undang ini,” tambahnya.
Melalui RDPU ini, Komisi IV DPR RI berharap dapat merumuskan kebijakan yang mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para peternak dan daya saing industri peternakan Indonesia di kancah internasional.
Editor: Redaktur TVRINews
