
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Bekasi
Proses evakuasi korban kecelakaan kereta api antara KA jarak jauh dan KRL di Stasiun Bekasi Timur hingga kini masih terus dilakukan oleh petugas gabungan.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, memastikan tidak ada petugas internal KAI yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
“Dari pihak KAI, kami pastikan tidak ada petugas yang menjadi korban dalam kejadian ini,” ujar Bobby dalam konferensi pers, Selasa, 28 April 2026.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa kondisi korban selamat saat ini relatif stabil dan masih dapat berkomunikasi dengan baik.
“Korban yang selamat masih bisa berkomunikasi dengan baik. Tim medis juga terus siaga mendampingi dan memberikan penanganan apabila terjadi perubahan kondisi,” kata Syafii.
Sementara itu, KAI sebelumnya melaporkan jumlah korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut mencapai tujuh orang, dengan 81 lainnya mengalami luka-luka dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
“Korban meninggal dunia sebanyak tujuh orang, sementara korban luka yang dirawat berjumlah 81 orang,” ungkap Bobby.
Ia menambahkan, proses evakuasi berlangsung cukup panjang karena kondisi di lokasi yang memerlukan penanganan ekstra hati-hati. Hingga saat ini, petugas telah bekerja selama lebih dari delapan jam.
“Evakuasi berlangsung cukup lama, kurang lebih sudah delapan jam, dan kami lakukan dengan sangat hati-hati untuk mengutamakan keselamatan,” jelasnya.
Petugas gabungan masih terus melakukan upaya evakuasi serta pemulihan jalur, agar operasional kereta api di lintas tersebut dapat segera kembali normal.
Editor: Redaktur TVRINews
