
Tangkapan Layar YouTube Sekretariat Presiden
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Washington DC
PT Pertamina (Persero) memastikan rencana impor energi dari Amerika Serikat dalam kerangka Perjanjian Perdagangan Timbal Balik RI–AS akan dilakukan melalui mekanisme yang transparan dan sesuai prosedur yang berlaku.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa skema impor tersebut dijalankan secara business as usual, sebagaimana praktik pengadaan yang selama ini diterapkan perusahaan.
"Proses ini akan melalui mekanisme tender dan bidding. Jadi tidak ada penunjukan langsung, tetapi seperti biasa mekanisme tender dan bidding yang tentunya terbuka," ujar Simon dalam keterangan pers, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat, 20 Februari 2026.
Menurutnya, seluruh tahapan pengadaan akan mengikuti aturan dan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Pertamina juga telah melakukan sosialisasi kepada calon mitra dari Amerika Serikat mengenai persyaratan dan prosedur untuk dapat berpartisipasi dalam kerja sama tersebut.
"Ini yang terus kami lakukan dengan mitra-mitra yang ada di Amerika Serikat, dan tentunya terbuka, transparan," ucapnya.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa seluruh proses berjalan secara akuntabel, kompetitif, dan sesuai regulasi, baik di Indonesia maupun di Amerika Serikat.
Sebagaimana diketahui, Pertamina menjadi bagian dari kesepakatan dagang kedua negara dengan komitmen impor energi senilai US$15 miliar. Meski demikian, Simon menekankan bahwa implementasinya tetap mengedepankan prinsip transparansi dan kepatuhan.
Editor: Redaktur TVRINews
