
dok. Kemendikdasmen
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Bali
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melepas sebanyak 1.658 alumni lembaga kursus se-Provinsi Bali untuk bekerja di luar negeri. Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen Kemendikdasmen dalam memperkuat peran pendidikan nonformal sebagai jalur strategis penyiapan tenaga kerja berdaya saing global.
Program tersebut dilaksanakan melalui Direktorat Kursus dan Pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK).
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menyampaikan bahwa lembaga kursus memiliki peran penting dalam membentuk sumber daya manusia yang kompeten dan siap bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Kompetensi adalah fondasi utama dalam kehidupan. Siapa pun yang ingin berhasil harus memiliki keahlian yang kompetitif agar mampu masuk dan bertahan di dunia kerja,”kata Atip dalam keterangan tertulis, Kamis, 29 Januari 2026.
Menurutnya, peluang kerja ke luar negeri memberikan ruang yang luas bagi peserta didik kursus untuk mengembangkan karier profesional. Pola pembelajaran yang menitikberatkan pada praktik membuat lulusan kursus lebih adaptif terhadap tuntutan dunia kerja.
Ia menegaskan, pelepasan ribuan alumni ini membuktikan bahwa pendidikan kursus mampu membuka akses kerja luar negeri secara aman, terstruktur, dan bermartabat.
“Kalian bukan hanya pekerja, tetapi juga duta bangsa. Tunjukkan etos kerja yang baik dan pelajari nilai-nilai positif yang dapat dibawa pulang untuk kemajuan Indonesia,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Kursus dan Pelatihan Yaya Sutarya memberikan apresiasi kepada lembaga kursus di Bali yang konsisten menyelenggarakan pelatihan vokasional berbasis kebutuhan industri. Bidang keterampilan yang dilatih meliputi perhotelan, spa, pertanian, hingga barista.
Ia berpesan agar para lulusan yang akan bekerja di luar negeri senantiasa menjaga nama baik bangsa dengan menjunjung tinggi disiplin, profesionalisme, serta etika kerja.
Adapun sembilan lembaga kursus di Provinsi Bali yang telah berhasil menyiapkan lulusan untuk kebekerjaan luar negeri yakni Overseas Training Centre (OTC), BEC Academy, Bali Saraswati Spa Academy, Tulip Spa School, Taruna Samudra, Gayatri Binar Abadi, Bali International Tourism School, Queen International, dan Lembaga Pendidikan Bali Asia.
Kebekerjaan luar negeri bagi peserta didik kursus juga terus diperluas melalui Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK). Program ini menyasar anak putus sekolah usia produktif serta pencari kerja muda agar memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.
Berdasarkan hasil tracer study Program PKK tahun 2025, sebanyak 83 persen lulusan berhasil terserap di perusahaan dalam maupun luar negeri.
Sementara itu, Ketua Perkumpulan Purnabakti Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Seluruh Indonesia (Perpukadesi), Bibit Waluyo, menilai pendidikan kursus berkontribusi besar dalam menekan angka pengangguran dan memperluas akses kerja hingga ke mancanegara.
“Ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia. Teruslah berjuang dan mengembangkan karier melalui peningkatan keterampilan,”ungkap Bibit.
Editor: Redaksi TVRINews
