
Foto: Dok. BNPB
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan distribusi tenda untuk pengungsian warga terdampak banjir dan longsor di Aceh Tamiang terus dilakukan.
Lebih lanjut, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengungkapkan bahwa BNPB telah menyalurkan 30 tenda peleton dan sekitar 984 tenda keluarga ke 12 kecamatan terdampak di Aceh Tamiang.
Distribusi ini dilakukan untuk mempercepat pembentukan pusat pengungsian terpadu yang direncanakan berbasis kecamatan.
"Dari 30 tenda peleton ini, sudah tergelar 8 tenda di 8 kecamatan, yaitu Rantau, Kejuruhan Muda, Karangbaru, Kota Kuala Simpang, Sekerak, Tamiang Ulu, Tenggulun, dan Bandar/Baran Usaka. Hingga sore ini, tenda tersebut sudah digunakan di 6 kecamatan," kata Abdul Muhari, dalam konferensi pers, dikutip dari YouTube BNPB Indonesia, Jumat, 12 Desember 2025.
Sementara itu, tenda keluarga telah tersalurkan ke seluruh 12 kecamatan terdampak, dengan 984 tenda di antaranya sudah terpasang dan digunakan warga.
Kemudian, Abdul menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan tenda baru didistribusikan belakangan adalah keliru.
"Kami ingin meluruskan berita yang beredar. Distribusi tenda ke Aceh Tamiang sudah berlangsung sejak hari kedua, dan pengiriman terus dilakukan setiap hari," ucapnya.
BNPB juga menargetkan setiap kecamatan memiliki 5 hingga 10 titik pengungsian terpadu, bergantung pada kondisi dan sebaran warga terdampak. Pemasangan tenda dalam jumlah besar membutuhkan waktu, namun tim di lapangan bekerja 24 jam untuk mempercepat prosesnya.
Selain tenda pengungsian, BNPB juga sedang melengkapi fasilitas pendukung seperti dapur umum mobile dan stasioner, toilet portable, serta sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK).
"Kami harapkan seluruh fasilitas penunjang ini dapat terpasang dalam 1 hingga 2 minggu ke depan," ungkapnya.
Editor: Redaktur TVRINews
