
dok. Kemenag
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Tapanuli Tengah
Kegiatan belajar mengajar (KBM) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Tapanuli Tengah kembali berjalan normal setelah sempat lumpuh akibat banjir besar yang melanda kawasan tersebut pada akhir November 2026.
Kepala MAN 1 Tapanuli Tengah, Elmaryanti Marbun, mengatakan banjir setinggi hampir dua meter pada 25 November 2026 merendam seluruh area madrasah dan membawa lumpur tebal, material tanah, hingga gelondongan kayu. Akibatnya, aktivitas pembelajaran terhenti karena hampir seluruh bangunan dan sarana pendidikan mengalami kerusakan.
Sebanyak 22 ruang kelas terdampak langsung. Selain itu, berbagai fasilitas penunjang seperti ruang kepala madrasah, ruang tata usaha, ruang guru, laboratorium komputer, perpustakaan, hingga masjid madrasah juga terendam. Banyak pintu rusak, serta meja dan kursi siswa tertimbun lumpur.
Memasuki hari ketiga pascabanjir, sejumlah guru mulai datang untuk meninjau kondisi madrasah. Namun, proses pembersihan belum bisa dilakukan secara maksimal karena lumpur masih sangat tebal dan akses wilayah terbatas.
Kondisi tersebut diperparah dengan kelangkaan bahan bakar minyak yang menghambat penggunaan alat bantu pembersihan.
Dua minggu setelah banjir, proses pemulihan mulai berjalan secara bertahap melalui gotong royong para guru dan masyarakat sekitar. Tujuh ruang kelas menjadi prioritas awal pembersihan, termasuk ruang guru. Pada tahap awal, siswa belum dilibatkan demi menjaga keselamatan.
Pada 10 Desember 2026, beberapa ruang kelas sudah dapat digunakan untuk pembelajaran terbatas. Siswa mulai ikut membantu pembersihan ringan, seperti membersihkan meja dan kursi masing-masing. Pembersihan terus berlanjut meskipun madrasah memasuki masa libur semester.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dan Pemerintah Kecamatan Barus dengan menurunkan alat berat berupa ekskavator untuk membersihkan halaman madrasah. Proses tersebut dilakukan bersama aparat kecamatan dan tenaga PPPK selama sekitar satu minggu.
"KBM kembali aktif pada 5 Januari 2026 dengan sistem pembelajaran bergantian pagi dan siang. Sejak 12 Januari 2026, pembelajaran sudah berjalan normal," ujar Elmaryanti dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Kementerian Agama pada Minggu, 25 Januari 2026.
Selain itu, MAN 1 Tapanuli Tengah juga menerima bantuan dari Kementerian PUPR melalui Program Penanggulangan Hasil Tindak Cepat serta dari Kementerian Agama RI berupa tenda, genset, alat kebersihan, papan tulis, dan 90 set meja kursi siswa.
Kini, meski masih tersisa satu ruang kelas yang dalam proses pembersihan, MAN 1 Tapanuli Tengah optimistis dapat pulih sepenuhnya dan terus memberikan layanan pendidikan secara optimal bagi para siswa.
Editor: Redaktur TVRINews
