
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Trenggalek
Anggota DPR RI Komisi VII, Novita Hardini, mengajak generasi muda di SMAN 1 Munjungan untuk berani berdaya dan mempersiapkan masa depan sejak dini. Kunjungan politisi PDI Perjuangan itu berlangsung Kamis, 12 Februari 2026, dalam agenda Gen Z Berdaya, yang diwarnai suasana riuh dan antusias dari para siswa.
Dalam dialog interaktif bersama siswa, Novita menekankan bahwa pendidikan tidak boleh hanya menyiapkan peserta didik untuk dunia kerja formal.
Menurutnya, sektor nonformal dan industri kreatif kini membuka peluang besar bagi generasi muda, mulai dari gaming, perfilman, animasi, hingga digital marketing.

“Saya ingin mendorong sekolah lebih serius menyiapkan masa depan anak-anak kita. Dunia kerja tidak hanya formal. Industri kreatif memiliki potensi besar dan bisa dimasuki anak-anak muda hari ini,” ujar Novita.
Ia mencontohkan industri perfilman, yang tidak hanya membutuhkan aktor dan aktris, tetapi juga penulis skenario, editor, animator, serta tenaga kreatif di bidang bahasa dan sastra.
Novita mendorong sekolah menghadirkan ekstrakurikuler yang relevan dengan kebutuhan zaman, seperti teater, coding, maupun pelatihan kreatif digital.
“Ini bagian dari menjawab tantangan masa depan. Anak-anak harus diberi ruang untuk mengasah keterampilan, bukan hanya belajar di bangku kelas,” tambahnya.

Selain peluang industri, Novita juga memberi motivasi kepada siswa-siswi untuk tidak takut menghadapi masa depan. Ia mengajak generasi muda melawan rasa malas dan mulai membangun pengalaman sejak dini.
“Saya pernah muda. Semakin cepat kita mencoba dan bekerja, semakin banyak pengalaman dan keterampilan yang kita miliki. Itu yang akan membentuk masa depan kita,” pesannya.
Novita menegaskan bahwa generasi muda bukan hanya penerus, tetapi juga penggerak masa depan, asalkan diberi ruang, dorongan, dan keberanian untuk melangkah.
Kehadiran Novita mendapat respons positif dari para siswa, salah satunya Rea Destasari, siswa kelas X, yang menyebut kegiatan itu membuka perspektif baru tentang potensi ekonomi digital.
“Kegiatan ini mengubah cara pandang kami tentang bagaimana Gen Z bisa berdaya dan melawan rasa malas. Kami diajak memanfaatkan media sosial secara lebih produktif dan kreatif,” ujarnya.
Editor: Redaksi TVRINews
