
ISPA hingga Diare Dominasi Keluhan Kesehatan Warga Pascabencana di Aceh Tamiang
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Aceh
Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), diare, dan infeksi kulit menjadi masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan pada warga pascabanjir di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.
Dokter relawan Tim Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan dr. Yulia Dewi Irawati menjelaskan kondisi lingkungan pascabanjir, sanitasi yang belum optimal, serta kepadatan di lokasi pengungsian berkontribusi terhadap meningkatnya kasus penyakit tersebut.
“Lingkungan yang masih lembap, kualitas sanitasi yang belum sepenuhnya pulih, serta aktivitas warga di pengungsian membuat risiko penularan penyakit cukup tinggi,” ujar dr. Yulia dalam keterangan tertulis yang dikutip tvrinews.com, Senin, 12 Januari 2026.
Selain menangani penyakit infeksi, tim relawan juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan, seperti bayi dan balita, ibu hamil dan menyusui, lansia, penyandang disabilitas, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), serta pasien penyakit tidak menular yang membutuhkan pengobatan berkelanjutan.
Tim medis memastikan pasien dengan penyakit tidak menular, seperti hipertensi, penyakit jantung, stroke, dan asma, tetap mendapatkan akses pengobatan secara rutin guna mencegah perburukan kondisi kesehatan di tengah situasi darurat.
Tak hanya memberikan pelayanan medis, para relawan juga melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemantauan sanitasi lingkungan, serta upaya pencegahan gangguan kesehatan jiwa yang berpotensi muncul setelah bencana.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan krisis kesehatan lanjutan di wilayah terdampak banjir, sekaligus memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga selama masa pemulihan.
Editor: Redaktur TVRINews
