Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Sibolga
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pemulihan infrastruktur sumber daya air pascabencana di Sumatera Utara. Salah satu fokus utama adalah normalisasi sedimentasi Sungai Aek Doras di Kota Sibolga yang mengalami pendangkalan cukup parah akibat banjir.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau langsung proses penanganan Sungai Aek Doras, Sabtu (24/1/2026), guna memastikan percepatan normalisasi berjalan optimal serta mampu menurunkan risiko banjir di kawasan permukiman warga.
Pendangkalan sungai akibat tumpukan material sedimen banjir menyebabkan kapasitas tampung Aek Doras menurun signifikan. Kondisi ini meningkatkan potensi limpasan air ke pemukiman, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
“Sedimentasi yang menumpuk ini tidak bisa dibiarkan. Sungai harus segera dinormalisasi agar fungsinya kembali optimal, sehingga risiko banjir bisa ditekan dan masyarakat merasa lebih aman,” tegas Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (24/1/2026)
Normalisasi Sungai Aek Doras dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan melalui pengerukan sedimen, penataan ulang alur sungai, serta pengangkutan material hasil pengerukan. Upaya ini bertujuan memperlancar aliran air sekaligus memulihkan fungsi sungai sebagai pengendali banjir alami.
Untuk mempercepat pekerjaan, BBWS Sumatera II Medan telah mengerahkan peralatan berat secara intensif, meliputi 5 unit excavator PC 200, 1 unit excavator PC 75, 2 unit excavator long arm, 1 unit bulldozer, 1 unit backhoe loader, serta 8 unit dump truck.
Menteri Dody juga menginstruksikan agar proses normalisasi dikawal secara berkelanjutan agar hasil penanganan dapat bertahan dalam jangka menengah, sembari menyiapkan rencana pengendalian sungai yang lebih komprehensif ke depan.
“Kami minta pekerjaan ini tidak hanya cepat, tetapi juga berkelanjutan. Ke depan harus ada pengendalian sungai yang lebih menyeluruh agar kejadian serupa tidak terus berulang,” ujar Menteri Dody.
Selain Sungai Aek Doras, Kementerian PU melalui BBWS Sumatera II Medan juga melakukan penanganan paralel di sejumlah sungai lain yang terdampak bencana di Sumatera Utara. Normalisasi sedimentasi dan pembersihan material kayu dilakukan di Sungai Aek Habil, Aek Tukka, Aek Hajoran, Aek Garoga, hingga Aek Batang Toru dengan dukungan puluhan unit alat berat.
Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat penanganan sungai-sungai terdampak bencana sebagai bagian dari langkah tanggap darurat dan mitigasi risiko banjir, dengan mengedepankan kecepatan, ketepatan teknis, serta keselamatan masyarakat.
Editor: Redaktur TVRINews
