Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Ketua Umum Kadin Indonesia dan Ketua ASEAN-BAC Indonesia Arsjad Rasjid, hadir sebagai pembicara panel dalam ASEAN Conference 2024, yaitu forum tahunan yang mempertemukan para pemimpin dari sektor publik dan swasta Asia Tenggara untuk mencari solusi atas tantangan yang dihadapi kawasan ASEAN termasuk membahas ASEAN Economic Vision Post-2025. Tahun ini, ASEAN Conference diselenggarakan oleh Singapore Business Federation dengan tema "Reimagining ASEAN for a Sustainable Tomorrow."
Dalam panel bertajuk “ASEAN POST-2025: Reimagining the ASEAN Economic Community," Arsjad Rasjid mengatakan bahwa kekuatan ASEAN terletak pada pertumbuhan yang saling terhubung, melengkapi, dan berkelanjutan.
"Dari perspektif bisnis, saya percaya kekuatan paling mendasar ASEAN adalah pertumbuhannya. Untuk itu, pertumbuhan ini harus memiliki tiga karakteristik utama: connected growth (saling terhubung), complementary growth (saling melengkapi), dan continuous growth (berkelanjutan) di seluruh ASEAN,” kata Arsjad dalam keterangan yang diterima tvrinews.com, Jumat, 30 Agustus 2024.
Lebih lanjut, Ia juga menambahkan bahwa integrasi ekonomi yang erat di antara negara-negara anggota, wajib dibangun untuk mempertahankan posisi strategis ASEAN dalam perekonomian global dan regional.
Arsjad menyampaikan bahwa Visi ASEAN Pasca-2025 akan menghadapi tantangan yang berbeda.
"Kita harus siap menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi eksternal yang semakin menekan kawasan ini," ucapnya.
Di tengah berbagai inisiatif strategis dari mitra-mitra global seperti Australia, Jepang, Tiongkok, dan Amerika Serikat, Arsjad menegaskan bahwa ASEAN harus merespons secara kolektif dengan melibatkan sektor swasta.
"Pertumbuhan ASEAN harus didorong oleh kolaborasi regional yang kuat dengan keterlibatan serta kolaborasi mendalam dengan sektor swasta untuk memastikan keberlanjutan," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Arsjad memaparkan beberapa inisiatif yang dipelopori oleh Kadin Indonesia dan ASEAN-BAC, termasuk Borneo Economic Community (BEC). BEC adalah kolaborasi bisnis sub-regional yang mendukung visi ASEAN Centrality dan Komunitas Digital ASEAN di wilayah Borneo.
Maka dari itu, Arsjad mengungkapkan Inisiatif ini menjadi momentum strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru di ASEAN, dengan dasar kebijakan bertetangga yang baik (good neighbor policy) serta mendukung perkembangan ekonomi di Kalimantan dan Ibu Kota Nusantara (IKN).
"BEC adalah salah satu langkah penting untuk menciptakan stabilitas dan kemakmuran di ASEAN. Melalui proyek-proyek ekonomi yang melibatkan Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam, Good Neighbor Policy dapat diimplementasikan secara efektif, memberikan manfaat tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga bagi seluruh wilayah ASEAN," jelasnya.
Editor: Redaktur TVRINews
