
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Karawang
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan stok beras nasional per 23 April 2026 mencapai 5.198.000 ton. Angka tersebut disebut sebagai capaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
“Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Ini sejarah pertama dan merupakan hasil kerja keras seluruh pihak,” ujar Amran, Kamis, 23 April 2026.
Ia menegaskan capaian tersebut bukan hanya hasil kerja Kementerian Pertanian (Kementan), melainkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Bulog, TNI, Polri, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Amran juga menyinggung pentingnya kritik konstruktif dalam menjaga kinerja pemerintah. Menurutnya, perbedaan pendapat adalah hal wajar, selama tidak disertai dengan informasi yang menyesatkan.
Terkait penyimpanan, pemerintah saat ini mengandalkan tambahan kapasitas dari gudang sewa. Di wilayah Karawang dan sekitarnya, kapasitas gudang sewa mencapai 102.000 ton dengan tingkat keterisian sekitar 80.000 ton, dan diperkirakan segera penuh dalam dua pekan ke depan.
Secara nasional, kapasitas gudang milik pemerintah hanya sekitar 3 juta ton. Untuk mengantisipasi lonjakan stok, pemerintah telah menyewa gudang tambahan hingga 2 juta ton, yang kini hampir seluruhnya terisi. Ke depan, kapasitas sewa tersebut akan kembali ditambah sekitar 1 juta ton.
Amran memastikan transparansi data stok beras dengan membuka akses kepada publik, termasuk media, untuk melakukan pengecekan langsung ke gudang-gudang penyimpanan.
“Silakan dicek langsung. Tidak mungkin kami menyampaikan 5 juta ton kalau tidak sesuai, karena ini menyangkut konsekuensi hukum dan nilainya bisa mencapai Rp55 hingga Rp60 triliun,” ucap Amran.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah menambah anggaran sekitar Rp10 triliun untuk mendukung pengadaan cadangan beras nasional.
Lebih lanjut, Amran menekankan bahwa capaian ini berdampak strategis, tidak hanya bagi ketahanan pangan dalam negeri tetapi juga kontribusi Indonesia terhadap kebutuhan beras global.
Setelah sempat melakukan impor besar pada 2023–2024, pemerintah memastikan Indonesia tidak melakukan impor beras pada 2025 dan menargetkan hal yang sama pada 2026.
“Cadangan kita tertinggi sepanjang sejarah di bulan April. Kita optimistis 2026 tidak impor beras,” tutur Amran.
Editor: Redaksi TVRINews
