
Menko Pangan Zulikfli Hasan (dua dari kanan) dalam konferensi pers,senin 12 Januari 2026
Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
Pemerintah Targetkan Produksi Meningkat 10 Persen dan Stok Bulog Mencapai 4 Juta Ton
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memproyeksikan pergeseran jadwal panen raya beras nasional pada tahun 2026 yang akan terjadi lebih cepat dari siklus biasanya.
Berdasarkan koordinasi lintas kementerian, puncak masa panen diprediksi mulai berlangsung pada Februari mendatang.
Laju percepatan ini melampaui estimasi awal yang semula diperkirakan baru akan terjadi pada bulan Maret.
Percepatan masa tanam dan kondisi lapangan menjadi faktor utama di balik optimisme pemerintah dalam mengamankan pasokan pangan nasional di awal tahun ini.
"Dari laporan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, untuk Bulog tahun ini panen raya melaju lebih cepat. Jika sebelumnya jatuh pada Maret, kali ini Februari sudah bisa memasuki masa panen raya," ujar Zulkifli Hasan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 12 januari 2026.
Optimisme Peningkatan Produksi
Selain faktor kecepatan waktu panen, Pemerintah Indonesia turut menargetkan volume produksi beras yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Angka pertumbuhan produksi dipatok pada kisaran 5 persen hingga 10 persen.
Kenaikan target produksi ini diharapkan mampu memperkuat cadangan pangan dalam negeri. Sebagai langkah antisipatif, pemerintah menetapkan target stok beras pada Perum Bulog mencapai angka 4 juta ton sepanjang tahun 2026.
"Pada tahun 2026, stok beras kita tingkatkan menjadi 4 juta ton. Pencapaian ini merupakan langkah strategis yang tidak selalu bisa terjadi setiap tahunnya," tambah Zulhas.
Revitalisasi Infrastruktur Logistik
Guna menampung lonjakan produksi dan cadangan besar tersebut, pemerintah memberikan mandat kepada Perum Bulog untuk segera memperluas kapasitas penyimpanan.
Saat ini, jumlah gudang aktif Bulog tercatat sebanyak 1.500 unit, berkurang dari angka sebelumnya yang mencapai 1.900 unit akibat alih fungsi lahan.
Sebagai solusi konkret, pemerintah telah merampungkan substansi Instruksi Presiden (Inpres) untuk membangun kembali infrastruktur logistik yang memadai.
"Kita kekurangan kapasitas gudang. Oleh karena itu, kita akan membangun kembali 100 gudang Bulog baru untuk memastikan seluruh hasil panen terserap dan tersimpan dengan standar yang baik," tegas Zulhas menutup keterangannya.
Editor: Redaktur TVRINews
