
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Jakarta
Presiden Prabowo Subianto menerima Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, untuk membahas sejumlah isu kesehatan strategis, khususnya upaya percepatan pemberantasan tuberkulosis (TBC) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
Usai pertemuan, Benjamin menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap penanganan TBC sebagai bagian dari quick win pemerintahan Prabowo–Gibran, selain program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Fokus pembahasan hari ini adalah bagaimana pemberantasan TBC bisa dilakukan lebih baik. Penanganan TBC merupakan program utama pemerintah, di samping makan bergizi gratis. Karena latar belakang saya sebagai dokter paru, Presiden ingin mendapatkan masukan langsung,”kata Benjamin dalam keterangan yang dikutip dari laman ANTARA, Senin, 2 Februari 2026.
Benjamin menjelaskan, Presiden Prabowo menyoroti kondisi Indonesia yang masih menempati peringkat kedua kasus TBC tertinggi di dunia setelah India. Kondisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan cita-cita Indonesia menjadi negara maju.
Oleh karena itu, Presiden meminta agar penanganan TBC dijadikan prioritas nasional dengan target penurunan kasus yang signifikan. Upaya tersebut harus dilakukan secara menyeluruh untuk memutus rantai penularan penyakit.
“Kalau kita masih nomor dua di dunia, tentu ini menjadi persoalan besar. Pak Presiden meminta agar penanganan TBC dilakukan secara fokus dan optimal,”jelasnya.
Dalam rangka mendukung kebijakan tersebut, Benjamin mengungkapkan dirinya telah melakukan kunjungan ke 12 provinsi untuk menyosialisasikan program penanganan TBC bersama para pimpinan daerah. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai menjadi kunci keberhasilan pengendalian penyakit menular tersebut.
Selain isu TBC, Presiden Prabowo juga menugaskan Benjamin untuk turut mengawasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, terutama dari sisi implementasi di lapangan serta dampaknya terhadap penurunan angka gizi buruk dan stunting.
Pengawasan itu dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Gizi Nasional agar program MBG berjalan semakin efektif dan tepat sasaran.
Benjamin menambahkan, peningkatan status gizi masyarakat, khususnya anak-anak, diharapkan dapat berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan agenda pembangunan manusia yang dijalankan pemerintah, termasuk melalui program sekolah rakyat bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Jika stunting bisa ditekan dan gizi anak-anak meningkat, kualitas SDM kita akan jauh lebih baik. Melalui sekolah rakyat, masyarakat kelas bawah didorong untuk mendapatkan pendidikan dan asupan gizi yang layak, sehingga kualitas SDM Indonesia terus meningkat,”tuturnya.
Editor: Redaktur TVRINews
