TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan bantuan perlengkapan sekolah dan layanan dukungan psikososial kepada murid serta tenaga pendidik yang terdampak kebakaran di kawasan Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, meninjau langsung SDN Kebon Kosong 09 untuk menyerahkan bantuan sekaligus memastikan layanan pendidikan bagi murid terdampak tetap berjalan.
“Ini adalah bagian dari kepedulian dan komitmen kami atas arahan Bapak Presiden untuk segera memberikan perhatian kepada murid yang terdampak dan juga keluarganya,”kata Mu’ti dalam keterangan tertulis, Kamis, 4 Juni 2026.
Dalam kunjungan tersebut, sebanyak 20 murid menerima bantuan berupa paket perlengkapan sekolah atau school kit yang terdiri atas tas, seragam merah putih, dan alat sekolah. Selain itu, setiap murid juga mendapatkan santunan sebesar Rp200 ribu.
Secara keseluruhan, Kemendikdasmen menyiapkan 139 paket school kit beserta santunan untuk murid terdampak kebakaran di lingkungan sekolah maupun kawasan sekitar lokasi kejadian.
Tidak hanya murid, bantuan juga diberikan kepada tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang turut menjadi korban kebakaran. Santunan sebesar Rp10 juta disalurkan kepada Mariana Siregar, Aidil, dan Sudarni.
Sudarni mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah setelah dirinya kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran tersebut.
“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi saya yang harus memulai kembali dari nol. Perhatian dari Kemendikdasmen ini menjadi motivasi besar bagi kami para pendidik untuk segera bangkit dan memulihkan kondisi fisik maupun psikologis pascamusibah,” ungkap Sudarni.
Dalam upaya pemulihan psikologis murid, Kemendikdasmen menggandeng Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) melalui Korps Relawan Bencana (KRESNA) untuk memberikan layanan dukungan psikososial.
Abdul Mu’ti berharap pendampingan tersebut mampu membantu murid kembali merasa aman dan optimistis setelah mengalami musibah.
“Kami memberikan mereka optimisme bahwa musibah ini bukan akhir segalanya, tapi bagian dari ujian agar kita dapat mengatasinya dengan kebersamaan,”jelasnya.
Berdasarkan hasil Rapid Psychological Assessment terhadap 20 murid terdampak, tim KRESNA menemukan adanya dampak psikologis yang cukup signifikan, mulai dari gangguan tidur, penurunan nafsu makan, rasa cemas, hingga kesulitan berkonsentrasi.
Anggota tim KRESNA HIMPSI, Yuria Ekalitani, mengatakan pemulihan psikososial penting dilakukan dalam satu hingga tiga bulan ke depan agar kondisi mental anak-anak dapat pulih secara bertahap.
“Kami tidak menggunakan terminologi trauma healing di fase emergensi ini, melainkan layanan dukungan psikososial untuk membangkitkan kapasitas self-healing individu,”ujar Yuria.
Selain mendampingi murid, HIMPSI juga memberikan penguatan kapasitas kepada guru dan tenaga kependidikan agar mampu menjadi first responder di lingkungan sekolah melalui pelatihan Psychological First Aid (PFA).
Anggota tim KRESNA HIMPSI, Wiene Dewi Toorisnawati, menjelaskan keterampilan bantuan psikologis awal penting dimiliki guru untuk mendeteksi perubahan perilaku anak pascabencana.
“Siapapun bisa memberikan dukungan psikologis, asalkan dibekali keterampilan yang tepat agar intervensinya sesuai dengan kebutuhan,”kata Wiene.
Ketua Umum HIMPSI, Andik Matulessy, menambahkan kolaborasi antara lembaga profesional dan sekolah sangat penting dalam proses pemulihan murid.
“Kami melatih guru dan tenaga kependidikan agar mampu memberikan Psychological First Aid atau bantuan psikologis awal, sehingga mereka dapat mendeteksi perubahan perilaku anak di kelas secara lebih peka,”ungkap Andik.
Kemendikdasmen juga memastikan hak belajar murid tetap terpenuhi. Bagi siswa yang tidak dapat mengikuti tes akhir semester akibat kebakaran, sekolah akan menyediakan kesempatan mengikuti ujian susulan.
“Tidak perlu ada kekhawatiran dengan musibah ini mereka kehilangan kesempatan belajar. Kami terus bersinergi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk memastikan hak belajar murid tetap terjaga,” pungkas Mu’ti.










