
Masjid Raya Singkawang, Kalimantan Barat (TVRINews/Eko Prasetyo)
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Singkawang
Masjid Raya Singkawang bukan sekadar tempat ibadah. Bangunan ini menyimpan jejak sejarah panjang sejak akhir abad ke-19 dan menjadi saksi perkembangan masyarakat Muslim di Kota Singkawang.
Masjid ini pertama kali didirikan sekitar tahun 1870-an dalam bentuk bangunan kayu sederhana. Awalnya, masjid hanya diperuntukkan bagi komunitas Muslim keturunan India yang bermukim di kawasan tersebut.
"Jadi pertama kali masjid ini kecil saja, masjid yang tidak permanen, dari kayu di sebelah belakang sana. Kecil dan untuk konsumsi masyarakat sekitar sini saja. Masyarakat sekitar sini kebetulan pada saat itu kebanyakan keturunan dari India yang Muslim," kata Pendiri masjid raya Singkawang generasi ke-4, Akhmad kismed kepada tvrinews.com, Jumat, 20 Februari 2026.
"Kemudian mereka membangun masjid di sini dan itu alhamdulillah dibangun oleh seorang pedagang dari India yang bernama Bawasahib Maricar, yang datang dari India langsung. Itu membangun di sini untuk konsumsi masyarakat sekelompok," lanjutnya.
Dalam perjalanannya, Masjid Raya Singkawang beberapa kali mengalami musibah kebakaran besar, termasuk pada era 1930-an yang membuat bangunan lama nyaris habis. Namun, masjid selalu dibangun kembali oleh masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Masjid Raya Singkawang, Muhammad Jamharis menjelaskan, renovasi besar terakhir dilakukan pada 2007 dan rampung pada 2012. Renovasi tersebut mengubah wajah masjid menjadi seperti saat ini, namun tetap mempertahankan empat tiang kayu asli peninggalan awal berdirinya masjid.
"Empat tiang itu masih dari bangunan lama. Itu yang menjadi nilai sejarah masjid ini," ujar Jamharis.
Selain empat tiang kayu, terdapat pula menara kecil setinggi sekitar 15 meter yang dibangun pada 1933 dan masih berdiri hingga kini. Sementara bagian bangunan lainnya telah mengalami perubahan seiring kebutuhan jamaah yang terus berkembang.
Seiring pertumbuhan jumlah penduduk, masjid juga sempat diperluas pada era 1970-an. Namun karena struktur bangunan lama mengalami sejumlah kerusakan, akhirnya dilakukan renovasi total pada 2007 dengan tetap menjaga unsur bersejarah.
Kini, Masjid Raya Singkawang telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh dinas terkait. Status tersebut semakin menegaskan nilai historis masjid yang telah berusia lebih dari satu abad.
Tidak hanya menjadi simbol sejarah, masjid ini juga menjadi pusat kegiatan keagamaan umat Islam di Singkawang. Setiap hari, ratusan jamaah memadati masjid untuk salat berjamaah, dan jumlahnya meningkat signifikan saat Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri.
Editor: Redaktur TVRINews
