
Menlu Thailand Harap Myanmar Dapat Kembali Hadir Di Pertemuan ASEAN
Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Menteri Luar Negeri (Menlu) Thailand Don Pramudwinai mengatakan ingin kembali melihat Myanmar hadir di pertemuan ASEAN.
Hal tersebut dikatakannya saat menghadiri gelaran ASEAN Foreign Minister’s Meeting/ Post Ministerial Conference (AMM/PMC) yang digelar pada 11-14 Juli 2023 di Jakarta.
“Ya, kita semua ingin melihat pertemuan semua keluarga ASEAN,” kata Don saat ditemui di Hotel Shangri La, Jakarta, Selasa, 11 Juli 2023.
Perlu diketahui, sejak kudeta militer tahun 2021, ASEAN telah sepakat bahwa junta Myanmar dilarang menghadiri pertemuan tingkat tinggi ASEAN sebagai upaya untuk menentang dan tidak mengakui kekuasaan mereka.
Pertemuan Thailand-Junta Myanmar
Beberapa waktu lalu, Thailand berinisiatif mengadakan pertemuan yang melibatkan Junta Myanmar.
Thailand juga mengundang seluruh Menteri Luar Negeri ASEAN termasuk delegasi yang ditunjuk junta Myanmar untuk membahas agar penyelesaian konflik bisa diselesaikan melalui tingkat para pemimpin.
“Kami menyerukan pertemuan tersebut, karena Thailand adalah yang paling terpengaruh jika kita membiarkan ini berkepanjangan,” ucap Don saat wawancara dengan Thai PBS.
Don juga menceritakan bagaimana krisis Myanmar yang berkepanjangan telah membuat banyak pengungsi berdatangan ke perbatasan Thailand yang berdampak pada ekonomi nasional mereka.
“Kami dapat mengatakan bahwa Thailand adalah satu-satunya negara di ASEAN yang ingin melihat masalah ini berakhir secepat mungkin, yang akan bermanfaat bagi kami," ujar Don.
Kendati demikian, upaya yang dilakukan Thailand justru mendapat penolakan dari beberapa negara anggota ASEAN. Termasuk Indonesia yang memilih tidak hadir dalam pertemuan tersebut.
Sebelumnya, pada konferensi tingkat tinggi di Phnom Penh, Kamboja, pada 11 November 2022 lalu, para pemimpin negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, mengungkapkan kekecewaan terhadap kurangnya komitmen pemerintah Myanmar dan lambannya progres Konsensus Lima Poin (5PC).
Namun demikian, para pemimpin ASEAN, termasuk Indonesia, berkomitmen membantu Myanmar dalam mencari penelesaian secara damai dari krisis politik yang terjadi.
Editor: Redaktur TVRINews
