
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (Foto: BPMI Setpres)
Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
Mendiktisaintek dan Menteri KP Dipanggil Terkait Pembangunan Giant Sea Wall
Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 20 April 2026, guna membahas percepatan proyek strategis nasional Giant Sea Wall (tanggul laut raksasa) dan penguatan ekonomi pesisir.
Sejumlah pejabat tinggi negara dan pimpinan industri pertahanan terlihat hadir memenuhi panggilan Kepala Negara.
Di antaranya adalah Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Direktur Utama PT Pindad (Persero) Sigit P. Santosa.
Integrasi Sains dan Pertahanan Pesisir
Mendiktisaintek Brian Yuliarto tiba di pilar Istana Negara sekitar pukul 13.45 WIB dengan kemeja putih formal.
Kepada awak media, Brian memberikan sinyal kuat bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari sinkronisasi riset perguruan tinggi dalam mendukung infrastruktur pesisir.
"Hari ini belum tahu [detailnya], namun kemungkinan besar mengenai giant sea wall. Nanti saya lihat dulu perkembangannya," ujar Brian kepada wartawan di kawasan Istana.
Brian menambahkan bahwa kementeriannya berkomitmen untuk memastikan program strategis nasional didukung oleh basis data ilmiah dan kajian akademik yang mendalam.
"Tentu peran perguruan tinggi sangat krusial untuk membantu program strategis ini," imbuhnya.
Kampung Nelayan dan Ketahanan Maritim
Tak lama berselang, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono juga tampak hadir di lokasi.
Berbeda dengan aspek teknis tanggul, Trenggono diperkirakan memberikan laporan terkait perlindungan mata pencaharian warga pesisir melalui program Kampung Nelayan Merah Putih.
Proyek tanggul laut raksasa di sepanjang pesisir utara Jawa ini merupakan visi ambisius Presiden Prabowo untuk mengatasi ancaman penurunan permukaan tanah dan kenaikan air laut yang mengancam wilayah Pantura.
Kehadiran Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, dan Wakil Menteri KP sekaligus Kepala Badan Pengelola Otorita Pantai Utara Didit Herdiawan, mengindikasikan adanya pembahasan mengenai keterlibatan industri strategis dalam konstruksi skala besar ini.
Proyek Giant Sea Wall diperkirakan memerlukan investasi jangka panjang yang signifikan.
Pemerintahan Presiden Prabowo menargetkan integrasi antara pembangunan infrastruktur fisik dengan pelestarian ekosistem maritim, sebuah langkah yang disebut para analis sebagai "pertahanan berlapis" bagi ketahanan nasional Indonesia di masa depan.
Editor: Redaktur TVRINews
