TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) telah melakukan kerja sama dengan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4) untuk mengoptimalkan kontribusi ilmuwan diaspora dalam pengembangan pendidikan tinggi, riset, dan inovasi nasional.
Di mana, kolaborasi tersebut dibahas langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto dengan Ketua Umum I4 Hendro Wicaksono pada Jumat, 21 Agustus 2026 hari ini. Pada pertemuan tersebut, menitikberatkan pada penyusunan mekanisme kerja sama yang lebih berkelanjutan agar para ilmuwan Indonesia di luar negeri dapat terhubung secara langsung dengan perguruan tinggi dan ekosistem riset di Tanah Air.
“Salah satu gagasan utama yang dibahas adalah penerapan skema cross-assignment dan double affiliation,” kata Menteri Brian
Melalui model ini, ilmuwan diaspora berpeluang memiliki afiliasi dengan perguruan tinggi Indonesia sehingga dapat terlibat dalam pengajaran, pembinaan peneliti muda, pembentukan kelompok riset, hingga kolaborasi penelitian internasional.
Menurut I4, organisasi tersebut ingin berperan sebagai penghubung antara diaspora dan kebutuhan strategis riset nasional. Kontribusi ilmuwan diaspora diharapkan tidak lagi bersifat insidental, melainkan menjadi bagian dari program yang terstruktur dan berkesinambungan.
Selain membangun skema afiliasi, I4 juga menyiapkan pemetaan diaspora berdasarkan bidang keahlian.
“Fokus kolaborasi meliputi kecerdasan artifisial (AI), kesehatan dan ilmu hayati, teknologi dan material, bisnis, serta ilmu sosial dan kebijakan publik,” ucap perwakilan I4
Kemdiktisaintek menilai keterlibatan diaspora dapat memperkuat kualitas penelitian Indonesia melalui perluasan jejaring global, peningkatan publikasi ilmiah, serta terbukanya peluang kolaborasi dengan berbagai institusi riset dan universitas dunia.
Melalui kerja sama ini, pemerintah berharap ekosistem pendidikan tinggi dan riset Indonesia semakin terhubung dengan komunitas ilmiah internasional, sekaligus mempercepat lahirnya inovasi yang berdampak bagi pembangunan nasional.










