Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengatakan jika keamaan nasional tak dapat dipisahkan dari kekuatan pangan rakyat. Hal tersebut, ia ungkapkan saat acara peresmian 1.072 SPPG dan 18 gudang ketahanan pangan Polri di Palmerah, Jakarta pada Jumat, 13 Februari 2026 hari ini.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menilai inisiatif Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam membangun infrastruktur pangan merupakan langkah strategis yang menunjukkan pemahaman mendalam terhadap tantangan bangsa.
Tak hanya itu, Presiden Prabowo secara khusus mengapresiasi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran.
“Saya melihat Kepolisian Negara Republik Indonesia telah mengambil inisiatif di bidang yang mungkin dianggap bukan tugas utamanya. Tapi justru di situlah saya melihat kepemimpinan,” tegasnya.
Menurutnya, seorang pemimpin tidak boleh terpaku pada definisi sempit tugas pokok. Pemimpin harus mampu membaca persoalan besar yang menyangkut keselamatan rakyat.
“Kita diajarkan bahwa pemimpin itu harus memahami makna yang terkandung dalam tugas pokoknya. Keamanan bukan sekadar penegakan hukum, tetapi memastikan rakyat merasa aman dan memiliki harapan,” ucap Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo juga menekankan, bahwa keamanan sejati dimulai dari kebutuhan paling dasar manusia.
“Seorang bapak dan seorang ibu, yang pertama kali dipikirkan adalah keselamatan dan kesejahteraan anak-anaknya. Dan keamanan yang pertama adalah aman dari lapar,” kata Presiden Prabowo.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menyebut pembangunan SPPG dan gudang ketahanan pangan sebagai bentuk konkret keberpihakan negara kepada rakyat.
“Kalau rakyat cukup makan, kalau gizinya terpenuhi, kalau distribusi pangan lancar, maka stabilitas akan terjaga. Itulah fondasi kekuatan bangsa,” ujarnya.
Presiden Prabowo berharap langkah Polri ini menjadi contoh kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ketahanan nasional.
Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan pertanian, tetapi menyangkut masa depan Indonesia secara keseluruhan.
“Ketahanan pangan adalah bagian dari pertahanan negara. Bangsa yang kuat adalah bangsa yang rakyatnya tidak kekurangan,” pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews
